Simak Tips Investasi Saham di Awal Tahun 2021

Kompas.com - 23/11/2020, 20:04 WIB
Ilustrasi investasi UMKM Indonesia. (DOK. SHUTTERSTOCK) Ilustrasi investasi UMKM Indonesia. (DOK. SHUTTERSTOCK)

JAKARTA, KOMPAS.com – Tidak lama lagi, tahun 2020 akan segera berakhir dan berganti dengan tahun 2021. Sayangnya pandemi Covid-19 masih belum teratasi dengan maksimal dan menimbulkan kekhawatiran akan resesi.

Virus Covid-19 yang mulai muncul pada awal Maret 2020 memang masih berdampak pada ekonomi saat ini. Banyak investor di pasar modal yang memilih wait and see dalam transaksi investasinya. Selain itu, tidak sedikit pula investor yang mengalihkan investasinya ke jenis investasi yang lebih aman.

Di tengah kondisi yang tidak pasti, bagaimana cara untuk mempersiapkan portofolio Anda di tahun 2021? Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari berbagi tips berikut ini:

1. Tetap Optimistis

Sikap optimis perlu dimiliki para investor menyikapi kondisi perekonomian nasional dan dunia pada tahun 2021. Pasalnya tidak seorang pun yang mengharapkan kondisi perekonomian semakin memburuk. Optimisme itu sendiri pada dasarnya ditopang oleh tingginya harapan akan pemulihan dan perbaikan perekonomian.

Baca juga: Investasi Saat Resesi Dinilai Masih Menarik, Ini Alasannya

“Masyarakat, seperti halnya investor, akan selalu berharap yang lebih baik sehingga secara manusiawi berusaha keluar dari kesulitan ekonomi,” kata Paramita kepada Kompas.com, Senin (23/11/2020).

2. Lakukan Diversifikasi

Diversifikasi atau yang populer dengan istilah "Don't put all your eggs in one basket" atau "jangan menaruh telur di dalam satu keranjang" tetap harus dijalankan pada tahun 2021. Diversifikasi yang ini dilakukan untuk meminimalkan risiko investasi di masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Diversifikasi sebaiknya tetap dijalankan pada tahun 2021, karena pada dasranya diversifikasi ini menjadi pilar dalam pembentukan portfolio investasi yang sehat.

“Manakala yang satu kurang mendatangkan cuan maka masih ada jenis investasi lain sebagai penyeimbang (balance) sehingga kerugiannya bisa diminimalisir,” ungkap dia.

3. Terapkan Strategi DCA

Dollar Cost Averaging (DCA) dalam investasi dipahami sebagai strategi cicilan rutin setiap bulannya dalam jumlah yang sama. Seperti halnya menabung secara konvensional, investasi dicicil dengan nominal sesuai kemampuan rutin setiap bulan.

Strategi DCA ini bisa mencegah investor melakukan investasi berlebihan pada "waktu yang salah" di harga yang tinggi.

 

Baca juga: Investasi Startup Saat Pandemi Masih Menarik, Ini Alasannya

Seperti umum diketahui, kalau tidak hati-hati, tak jarang investor justru terjebak pada harga yang tinggi saat membeli disebabkan ketidaktahuannya dan lebih banyak karena keputusan emosional.

4. Pilih Sektor Saham yang Potensial

Seiring dengan proses pemulihan ekonomi yang diprediksi akan tumbuh +4,37 persen, maka sektor siklikal seperti perbankan, otomotif, industri dasar hingga komoditas bisa menjadi pilihan investasi pada 2021.

“Sektor-sektor ini pada masa pandemi terdampak negatif dan saat ini sudah mulai terlihat proses pemulihan secara bertahap dan tahun depan pemulihan di sektor-sektor tersebut diprediksi akan lebih baik lagi. Oleh sebab itu, sektor-sektor inilah yang bisa dipilih untuk investasi saham,” tambah dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X