Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Kompas.com - 24/11/2020, 18:49 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/solarsevenIlustrasi vaksin Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, ada segelintir orang yang menyatakan menolak untuk divaksin Covid-19.

Hal tersebut dia ketahui berdasarkan hasil survei. Namun, dia tak menjelaskan secara rinci apa lembaga surveinya.

“Ada 16 persen yang tidak mau divaksin. Tentu kita juga tidak mau memaksakan yang 16 persen ini,” ujar Erick dalam webinar, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Erick Thohir Minta Masyarakat Mampu Bayar Vaksin Covid-19 Sendiri

Mantan bos Inter Milan ini menambahkan, berdasarkan hasil survei tersebut mayoritas masyarakat menyatakan ingin divaksin Covid-19.

“Alhamdulillah, dari research terakhir, 66 persen masyarakat sangat ingin divaksin (Covid-19),” kata dia.

Kendati begitu, Erick mengaku tak mengetahui alasan orang yang menolak divaksin itu. Jika terkait kehalalan vaksin, dia mengatakan telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan sertifikasi halal.

“Karena kalau kita bicara halal, haram, kita sudah sampaikan. Pasti otoritas tertinggi, MUI akan menentukan halal haram itu dan sejak awal MUI terlibat,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X