Sri Mulyani Soroti Lambatnya Serapan Anggaran Pemerintah Daerah

Kompas.com - 01/12/2020, 19:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyoroti kinerja serapan anggaran pemerintah daerah yang lambat.

Bendahara Negara itu menjelaskan, dari total belanja APBD yang sebesar Rp 1.080,7 triliun, hingga akhir Oktober baru terelaisasi Rp 678 triliun.

"Sehingga masih ada lebih dari Rp 400 triliun sendiri yang akan dieksekusi pada bulan November dan Desember," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Serapan Anggaran Kemendag Baru 53,8 Persen

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengatakan, kinerja serapan anggaran belanja pemerintah daerah perlu diberi perhatian lebih lantaran tidak secepat yang dia bayangkan.

Dia mencontohkan, dari total anggaran kesehatan pemerintah daerah yang dianggarkan sebesar Rp 30 triliun, hingga akhir Oktober baru terealiasi Rp 14,9 triliun.

Sementara untuk anggaran jaring pengaman sosial dari total Rp 22,8 triliun baru dieksekusi Rp 12,9 triliun atau 56,6 persen.

Untuk program dukungan ekonomi di daerah dari total alokasi yang sebesar Rp 19,2 triliun baru terealisasi Rp 14 persen atau Rp 2,7 triliun.

"Ini menggambarkan nampaknya pemerintah daerah sangat tergantung pemerintah pusat, program mereka sendiri realisasinya tidak sebanyak, secepat, dan seurgent yang dilakukan pemerintah pusat," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: November 2020, Serapan Anggaran Kemenhub Baru Capai 70 Persen

"Ini jadi pembelanjaran karena tentu kita berharap pada APBD untuk melakukan seluruh programnya sehingga bisa membantu countercyclical," ujar dia.

Sri Mulyani menjelaskan, dari pihak pemerintah pusat anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) hanya tersisa Rp 133,8 triliun untuk kuartal IV dari keseluruhan anggaran yang sebesar Rp 798,7 triliun.

Dengan sisa anggaran tersebut, pemerintah akan melakukan transfer secara bertahap, yakni masing masing sebesar Rp 68,2 triliun, Rp 57,3 triliun, dan Rp 8,18 triliun sepanjang Oktober hingga Desember 2020.

"Kita perkirakan seluruh transfer bisa dieksekusi mencapai 100 persen, atau 99,99 persen. Meski kita sudah transfer ke daerah, tapi APBD belum tentu mengeksekusi," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

Whats New
Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Whats New
Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

BrandzView
Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Whats New
Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Whats New
Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Whats New
Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Whats New
Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung 'Dioper' di Padalarang

Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung "Dioper" di Padalarang

Whats New
Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Whats New
Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Whats New
Menhan Madagaskar Temui Luhut Bahas Isu Keamanan Perairan Strategis

Menhan Madagaskar Temui Luhut Bahas Isu Keamanan Perairan Strategis

Whats New
Usai Cabut Izin Wanaartha Life, OJK Bakal Ajukan Gugatan Demi Kepentingan Konsumen

Usai Cabut Izin Wanaartha Life, OJK Bakal Ajukan Gugatan Demi Kepentingan Konsumen

Whats New
Garuda Indonesia Bakal Operasikan 120 Pesawat di Tahun 2023

Garuda Indonesia Bakal Operasikan 120 Pesawat di Tahun 2023

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.