Chatib Basri Sebut Pemulihan Ekonomi Masih Perlu Didorong BLT

Kompas.com - 02/12/2020, 18:30 WIB
Chatib Basri usai menjadi pembicara pada acara Disruptif Ekonomi Digital di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (5/1/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTOChatib Basri usai menjadi pembicara pada acara Disruptif Ekonomi Digital di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (5/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom sekaligus Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, bantuan langsung tunai (BLT) masih berperan penting dalam mendorong pemulihan ekonomi Indonesia ke depannya.

Ia menjelaskan, penerapan protokol kesehatan masih akan berlanjut hingga vaksin Covid-19 terdistribusi sepenuhnya. Maka, investasi swasta pun masih belum akan pulih hingga 2021 mendatang.

Lantaran, sepanjang penerapan protokol kesehatan kapasitas ekonomi tidak bisa dimanfaatkan secara utuh. Contohnya seperti pembatasan penumpang pesawat hingga pengunjung restoran.

Baca juga: Kemenkop UKM Tengah Usulkan Perpanjangan Program BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Hal tersebut akan membuat pengusaha mengurungkan niatnya berekspansi, sebab tak sesuai dengan skala keekonomian.

"Akibatnya pebisnis tahu kalau skala ekonomi enggak dapat, tapi cost-nya tetap sama, jadi enggak untung. Kalau seperti itu, maka mereka berpikir ngapain investasi, kalau kapasitasnya saja enggak bisa terpakai semua," ujarnya dalam webinar mengenai perekonomian pasca Covid-19, Rabu (2/12/2020).

Oleh sebab itu, yang dapat diandalkan untuk mendorong perekonomian dalam negeri adalah konsumsi rumah tangga lebih dulu ketimbang investasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, pemerintah perlu mendorong penyaluran BLT bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk menjaga daya beli.

Chatib mengatakan, ketika konsumsi masyarakat terdorong dengan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, maka permintaan pun meningkat. Sehingga industri akan kembali berproduksi dan mendorong datangnya investasi.

Baca juga: BLT Subsidi Gaji Belum Masuk Rekening, Lapor ke Sini

"Kalau yang di dorong konsumsi, masyarakat di kasih BLT kemudian permintaan ada, maka investasi akan naik lebih cepat. Makannya jump start-nya harus dari stimulus fiskal," jelas dia.

Ketika masyarakat kelas menengah ke bawah sudah digenjot dengan bansos dan ekonomi mulai pulih, maka insentif melalui perbankan perlu diberikan. Seperti jaminan kredit (credit guarantee), relaksasi kredit, hingga subsidi bunga kredit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X