Kompas.com - 11/12/2020, 20:31 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Komisi VI DPR RI sepakat mengesahkan Protokol Pertama untuk mengubah persetujuan tentang Kemitraan Ekonomi Menyeluruh ASEAN–Jepang (AJCEP) dan persetujuan Perdagangan Preferensial Indonesia-Mozambik (IM-PTA).

Kedua persetujuan perjanjian dagang tersebut akan tertuang dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). Hal ini berdasarkan rapat kerja yang dilakukan Kemendag dan Komisi VI DPR RI pada Selasa (8/12/2020) lalu.

“Penyelesaian kedua perjanjian ini bertujuan untuk menjaga ekspor ke pasar tradisional sekaligus meningkatkan ekspor ke negara nontradisional. Selain itu, hal ini dapat memacu pemulihan ekonomi, khususnya pada masa pandemi,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers virtual, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Kemenaker Percepat Penyaluran Bantuan Subsidi Gaji sesuai Kriteria Penerima

Awalnya ACJEP yang telah berlaku sejak 2008 hanya mencakup isu perdagangan, namun melalui protokol perubahan bertambah tiga bab yakni perdagangan jasa, investasi, dan pergerakan orang (movement of natural persons/MNP).

Menurut Agus, Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan implementasi protokol ini akan membuka berbagai peluang bagi sektor jasa potensial Indonesia untuk masuk ke pasar Jepang.

Sebab, dalam protokol ini, Jepang membuka sebanyak 12 sektor jasa dengan 147 subsektor, sementara Indonesia akan membuka 11 sektor jasa dengan 48 subsektor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Implementasi protokol diproyeksikan akan meningkatkan ekspor sektor jasa Indonesia ke Jepang menjadi 729,3 juta dollar AS pada 2022 dan 891,9 juta dollar AS pada 2025.

"Untuk memanfaatkan terbukanya pasar jasa di Jepang, perlu ditingkatkan koordinasi lintas sektoral dan penguatan sektor jasa unggulan, seperti jasa distribusi, jasa transportasi, jasa pariwisata, dan jasa terkait kesehatan,” kata Agus.

Di samping itu, protokol ini juga akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi masuknya investasi baru dari Jepang ke Indonesia. Diperkirakan nilai investasi Jepang ke Indonesia akan meningkat 3-5 persen hingga 2024 dengan total nilai investasi sebesar 6,25 miliar dollar AS.

Terkait IM-PTA, Agus menjelaskan, tujuan perjanjian ini untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia melalui Mozambik, yang diharapkan dapat menjadi hub ekspor Indonesia untuk menembus kawasan Afrika bagian selatan dan timur.

Baca juga: Suzuki Finance Incar 50 Kredit Kendaraan Setiap Bulan lewat Aplikasi Mobile

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.