Kebangkrutan Maskapai Penerbangan di Ambang Mata

Kompas.com - 12/12/2020, 06:00 WIB
Sunset di Bandara Ngurah Rai Shutterstock/I Gede Arya Wisnu KarsanaSunset di Bandara Ngurah Rai

TAHUN lalu sebelum pandemi Covid-19 merebak, tercatat 4,5 miliar penumpang melakukan penerbangan.

Menurut catatan The Economist, majalah mingguan internasional terbitan Inggris, terdapat tidak kurang dari 100.000 penerbangan komersial berlangsung dalam satu hari.

Angka-angka itu menurun drastis begitu pademi melanda. Penurunannya tidak pernah terjadi dan bahkan tidak pernah diramalkan orang sebelumnya sepanjang sejarah.

Willie Walsh pimpinan IAG (International Airlines Group) mengatakan, maskapai penerbangan di Eropa telah turun kapasitasnya sebesar 75 persen belakangan ini. Tidak ada jaminan maskapai penerbangan Eropa akan sanggup bertahan dalam beberapa bulan ke depan.

Kajian CAPA (Centre for Asia-Pacific Aviation), lembaga konsultan dan analisis penerbangan yang berbasis di Sydney Australia, menjelaskan, tanpa bantuan yang diberikan pemerintah, lebih separuh dari 800 maskapai penerbangan di seluruh dunia akan mengalami kebangkrutan.

Kondisi ini lebih hebat dari dampak serangan teroris pada tragedi 911 di tahun 2001.

“Airlines around the world are facing the most severe crisis in aviation history. Some airlines have already collapsed, and some are on their way to bankruptcy,” demikian CAPA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Amerika Serikat (AS), pengamat industri penerbangan Mike Boyd mengatakan, kucuran stimulus tunai dari pemerintah AS sebesar Rp 50 miliar dolar AS tidak akan cukup untuk dapat menyelamatkan industri penerbangan yang mengalami kerugian besar akibat Covid-19.

Era maskapai penerbangan sebagai sebuah bisnis yang menarik mungkin akan segera berakhir.

CAPA menyebut proyeksi keuntungan bisnis penerbangan di masa pandemi ini adalah yang terburuk sepanjang sejarah.

Sementara IATA (International Air Transport Association) mengatakan, “Aviaton needs incentives balanced with control measure.”

Beberapa analis bahkan mengatakan bahwa “Aviation world will experience setback more than 30 years.”

Mereka yang bangkrut

Sampai Oktober 2020 tercatat 43 airline yang sudah bangkrut, antara lain Thai Airways, Avianca, Air Mauritius, Virgin Australia, Flybe, City Jet, Atlas Global dan Air Italy.

Di Eropa, dari 740 bandara yang beroperasi sebanyak 193 di antaranya telah bangkrut dan tutup. Sementara, puluhan ribu tenaga kerja di industri penerbangan dunia tengah dalam proses pemutusan hubungan kerja.

Beberapa penyebab terpuruknya industri penerbangan adalah protokol kesehatan, pembatasan perjalanan karena kebijakan lockdown sejumlah kota dan negara, turunnya angka perjalanan wisatawan, pelambatan ekonomi, perilaku hidup baru dalam bentuk virtual seperti rapat, pertemuan, seminar, worshop, hingga konferensi internasional.

Dunia tengah berada dalam situasi sulit dan tidak menentu. Kalaupun masa sulit ini berhasil dilewati, wajah dunia pun akan berubah bentuk selamanya, termasuk wajah industri penerbangan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Kedelai Dunia Naik, Pemerintah Minta Perajin Tahu Tempe Tak Khawatir

Harga Kedelai Dunia Naik, Pemerintah Minta Perajin Tahu Tempe Tak Khawatir

Whats New
Melihat Tantangan Besar Industri Kelapa Sawit Indonesia

Melihat Tantangan Besar Industri Kelapa Sawit Indonesia

Whats New
Huawei Investasikan Rp 1,43 Triliun untuk Ekosistem Startup Asia Pasifik

Huawei Investasikan Rp 1,43 Triliun untuk Ekosistem Startup Asia Pasifik

Rilis
Syarat dan Daerah Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Syarat dan Daerah Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Whats New
Bantuan Kuota Internet Gratis Cair September 2021, Ini Syarat Penerimanya

Bantuan Kuota Internet Gratis Cair September 2021, Ini Syarat Penerimanya

Whats New
Kontraktor Pertambangan Ini Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Kontraktor Pertambangan Ini Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya

Work Smart
Transaksi Digital Banking Diprediksi Capai Rp 35.600 Triliun pada 2021

Transaksi Digital Banking Diprediksi Capai Rp 35.600 Triliun pada 2021

Whats New
Alih Kelola Blok Rokan, 2.691 Karyawan Chevron Setuju Gabung Pertamina

Alih Kelola Blok Rokan, 2.691 Karyawan Chevron Setuju Gabung Pertamina

Whats New
Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Whats New
[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas 'Words Bubble Up Like Soda Pop' | 'Rurouni Kenshin: The Beginning' Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel 'Venom' Dirilis

[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas "Words Bubble Up Like Soda Pop" | "Rurouni Kenshin: The Beginning" Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel "Venom" Dirilis

Rilis
BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

Rilis
Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Rilis
Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Whats New
Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Rilis
Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X