Jelang Akhir Tahun 2020, BEI Catat Kenaikan SID Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 14/12/2020, 13:58 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi pandemi Covid-19, nyatanya tidak menurunkan semangat investor untuk melakukan investasi di pasar modal.

Hal ini terlihat dari penambahan investor atau Single Investor Identification (SID) baru Pasar Modal Indonesia dengan pertumbuhan 48,82 persen atau 1,21 juta investor, menjadi 3,6 juta investor hingga 10 Desember 2020.

Pertumbuhan investor mencakup sektor saham, obligasi, reksa dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya.

Baca juga: 30 Saham Masuk dalam IDX ESG Leaders yang Baru Diluncurkan BEI

Dari sisi pertumbuhan SID baru saham yakni sebanyak 488.088 SID atau naik 93,4 persen dari total pertumbuhan SID baru saham di tahun lalu sebesar 252.370 SID baru saham di 2019.

Saat ini, jumlah investor saham per 10 Desember 2020 sebanyak 1.592.698 SID atau setara dengan 44,19 persen dari jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan, peran seluruh stakeholders yang menjadi mitra sekaligus ujung tombak edukasi Pasar Modal Indonesia di masyarakat menciptakan generasi yang lebih melek investasi, serta mendorong Pasar Modal Indonesia yang lebih berintegritas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hasil kegiatan edukasi di tahun 2020 ditandai dengan pencapaian signifikan pada peningkatan jumlah SID, baik saham maupun pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktifitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham yang tahun ini sudah didominasi oleh investor domestik,” ujar Inarno dalam acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia–Apresiasi untuk Negeri secara virtual, Senin (14/12/2020).

Berdasarkan data BEI dari Januari sampai dengan November 2020, dari sisi edukasi kepada calon investor dan investor, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang dan 54.800 pembukaan rekening efek.

Baca juga: IHSG Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950.000 orang.

Menurut Inarno, pencapaian ini tentunya tidak luput dari peran penting Galeri Investasi (GI) BEI yang proaktif dalam menyebarluaskan informasi pasar modal ke seluruh daerah di Indonesia.

“Untuk itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia,” kata Inarno.

Di sisi lain, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan dari posisi 6.299,54 poin pada akhir 2019, menjadi 3.937,63 poin pada 24 Maret 2020, secara perlahan kembali bangkit dan terus menguat hingga berada di level 5.938,32 poin.

“Kenaikan IHSG merupakan refleksi dari mulai pulihnya kepercayaan dan keyakinan investor terhadap Pasar Modal Indonesia maupun perekonomian Indonesia. Semua saluran distribusi edukasi Pasar Modal, baik KP BEI, GI BEI, komunitas, sampai Perusahaan Tercatat telah menghasilkan capaian yang menggembirakan,” jelas Inarno.

Baca juga: Sepekan, Frekuensi Transaksi Harian Bursa Naik Sebesar 12,46 Persen

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun kebangkitan investor ritel dalam negeri di pasar modal Indonesia.

Hal ini terbukti dengan banyak pencapaian rekor baru sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

“Ini tidaklah berlebihan jika melihat di tengah pandemi, BEI bersama para stakeholders Pasar Modal Indonesia, mampu mencatatkan berbagai pencapaian dan rekor positif dari sisi Pengembangan Pasar Modal di Tahun 2020, khususnya pada aspek investor ritel dalam negeri,” kata Hasan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menjelaskan, melalui pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner dengan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan pasar modal yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi, mampu meningkatkan kontribusi investor retail.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah

“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan Pasar Modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian tahun ini,” lanjut Hoesen.

Berbagai pengembangan yang dilakukan guna meningkatkan kontribusi investor retail adalah dengan memanfaatkan fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa, serta edukasi secara masif melalui media sosial, influencer, komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara online.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.