Nilai Ekspor November Capai 15,28 Miliar Dollar AS, Tertinggi sejak 2018

Kompas.com - 15/12/2020, 12:47 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, hingga November 2020, nilai ekspor Indonesia sebesar 15,28 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai ekspor tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2020. Bahkan, nilai ekspor tersebut merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2018.

"Di mana pada waktu itu nilai ekspornya sebesar 15,91 miliar dollar AS," ujar Suhariyanto ketika memberikan keterangan pers secara virtual, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: BUMN INKA Ekspor Perdana Lokomotif ke Filipina

Suhariyanto menyebutkan, nilai ekspor pada November tersebut tumbuh 6,36 persen bila dibandingkan pada Oktober lalu. Sementara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi ekspor tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 9,54 persen.

"Jadi dari angka ini bisa melihat pertumbuhan ekspor November 2020 sangat menggembirakan karena mengalami kenaikan baik month to month maupun year on year," ujar Suhariyanto.

Lebih rinci dijelaskan, kenaikan nilai ekspor secara bulanan terjadi baik karena kenaikan ekspor migas yang sebesar 24,26 persen menjadi 760 miliar dollar AS, juga kenaikan ekspor non-migas yakni sebesar 5,56 persen menjadi 14,51 miliar dollar AS.

"Untuk non-migas ada beberapa komoditas yang ekspornya meningkat cukup tajam, yakni lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi, dan baja. Selain itu bijih, kerak, dan abu logam serta mesin dan peralatan mekanis," jelas Suhariyanto.

Suhariyanto menjelaskan, kenaikan nilai ekspor secara bulanan dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas migas dan non-migas. BPS mencatat harga komoditas minyak mentah Indonesia selama Oktober ke November 2020 naik dari 38,07 dollar AS per barel menjadi 40,67 dollar AS per barel.

Beberapa komoditas non-migas juga naik harganya, seperti minyak kernel, seng, alumunium, batubara, karet, dan tembaga. Kemudian lemak dan hewan nabati, bahan bakar mineral, biji baja, mesin, dan peralatan mekanis.

"Harga batubara pada bulan ini naik sebesar 7,57 persen month to month. Ada juga komoditas non-migas yang turun seperti emas dan perak," kata Suhariyanto.

Adapun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikan ekspor sebesar 9,54 persen didorong oleh kenaikan ekspor non-migas yang meningkat 12,41 persen, sedangkan untuk non-migas turun 26,27 persen.

Baca juga: Dibanding Tahun Lalu, Ekspor Produk Jamu Indonesia Naik 14,08 Persen pada Januari-September 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X