Kompas.com - 21/12/2020, 13:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga telur ayam terus merangkak naik jelang akhir tahun. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga telur ayam mencapai Rp 30.000 per kilogram.

Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Inti Pertiwi mengatakan, ada sejumlah alasan yang menyebabkan mahalnya harga telur ayam saat ini.

Diantaranya, tren permintaan telur ayam yang memang sudah naik di sepanjang pandemi. Berdasarkan perhitungannya, terjadi kenaikan konsumsi telur sebesar 0,09 kilogram per kapita per tahun.

Adapun menurut Asosiasi Peternak Layer Nasional, konsumsi telur di masa pandemi diperkirakan naik 4 kilogram per kapita, dari 14,7 kilogram per kapita menjadi 18,7 kilogram per kapita.

"Mungkin pada beralih ke telur, karena melihat keunggulan telur dibandingkan komoditas peternakan lainnya. Telur kan mudah didapatkan, harga lebih terjangkau, dan mudah di proses jadi bahan makanan. Sehingga bisa jadi saat pandemi, ada peralihan dari konsumsi daging sapi dan ayam ke telur, ini yang meningkatkan permintaan telur," ujar Inti kepada Kompas.com, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Mulai Hari Ini, Penumpang Pesawat di Bandara Pulau Jawa Wajib Tunjukan Hasil Swab PCR atau Rapid Test Antigen

Permintaan pun kian melonjak jelang air tahun mengingat secara musiman tiap masa libur Natal dan Tahun Baru permintaan telur ayam memang meningkat dari biasanya.

Di sisi lain, kata Inti, permintaan terhadap telur yang naik pesat itu tak dibarengi ketersediaan stok telur ayam di pasaran, bahkan pasokannya tengah menurun saat ini.

"Kemudian suplai turun. Jadi yang sebabkan harga tambah parah naiknya, itu karena permintaannya naik tapi suplainya turun," kata dia.

Ia bilang, penurunan suplai tak terlepas dari dampak kebijakan Kementan untuk menstabilkan harga ayam yang terus anjlok dengan pembatasan jumlah telur tetas dan afkir dini induk ayam.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen PKH No.09246T/SE/PK/230./F/08/2020 Tentang Pengurangan DOC FS Melalui Cutting HE Umur 18 Hari, Penyesuaian Setting HE dan Afkir Dini PS Tahun 2020.

Namun, lanjut Inti, kebijakan ini tak bisa disalahkan sebab dinilai menjadi satu-satunya langkah untuk menolong peternak dari kerugian besar akibat turunnya harga ayam sejak 2 tahun terakhir.

"Tapi perlu digarisbawahi bahwa kebijakan itu diambil untuk menyelamatkan peternak. Saat itu kalau tidak diambil kebijakan mengurangi produksi, kasihan peternak ayam yang sudah jatuh harganya," ungkap dia.

Baca juga: Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan ke Jeddah

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Saham Ini Jadi 'Top Losers' di Indeks LQ45

IHSG Parkir di Zona Merah, 3 Saham Ini Jadi "Top Losers" di Indeks LQ45

Whats New
MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

MRT Jakarta Buka 8 Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Kualifikasinya

Work Smart
LPS: Baru 49 Persen Penduduk Dewasa Indonesia yang Punya Rekening Bank

LPS: Baru 49 Persen Penduduk Dewasa Indonesia yang Punya Rekening Bank

Whats New
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,25 Persen, Ini Alasannya

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,25 Persen, Ini Alasannya

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Suku Bunga Acuan BI Naik, BNI Pertimbangkan Kerek Suku Bunga Kredit dan Deposito

Suku Bunga Acuan BI Naik, BNI Pertimbangkan Kerek Suku Bunga Kredit dan Deposito

Whats New
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Whats New
Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Whats New
Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Whats New
SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

Whats New
Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar, Akan Ditindak

Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar, Akan Ditindak

Whats New
Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Rilis
Didorong Bisnis 'E-commerce', Pasar 'Data Center' RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS pada 2027

Didorong Bisnis "E-commerce", Pasar "Data Center" RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS pada 2027

Rilis
Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Whats New
Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.