Pakai Utang Jepang, Patimban Dibangun untuk Atasi Macet Jakarta-Bekasi

Kompas.com - 21/12/2020, 13:36 WIB
Tol Akses Pelabuhan Patimban Kementerian PUPRTol Akses Pelabuhan Patimban

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang secara resmi beroperasi perdana pada Minggu (21/12/2020) kemarin. Bongkar muat pertamanya adalah aktivitas ekspor 140 unit kendaraan ke Brunai Darussalam.

Pelabuhan Patimban memiliki lokasi yang strategis, yakni berada di antara Bandara Kertajati dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Sehingga keberadaan pelabuhan tersebut akan menjadi kunci penghubung antarkawasan seperti industri manufaktur, pariwisata, dan sentra pertanian serta menopang percepatan ekspor.

"Pelabuhan ini juga berfungsi untuk memperkuat keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok yang sekarang ini sudah terlalu padat serta telah menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bekasi-Jakarta dan Jakarta-Bekasi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari Antara.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Patimban, Megaproyek Jokowi Pesaing Tanjung Priok

Pelabuhan Patimban sendiri merupakan proyek pembangunan bertahap dan jangka panjang. Pelabuhan diharapkan dapat menjadi hub besar untuk ekspor otomotif nasional.

Pada pembangunan fase pertama ini, Pelabuhan Patimban sudah dilengkapi dengan terminal peti kemas seluas 35 hektare dan terminal kendaraan seluas 25 hektare dengan kapasitas 218.000 CBU yang akan meningkat hingga 600.000 CBU pada akhir fase pembangunan di 2027 mendatang.

Pelabuhan Patimban direncanakan terbangun secara menyeluruh tahun 2027. Berikuitnya, pada tahun 2027, total kapasitas kumulatif terminal peti kemas akan menjadi 7,5 juta TEUs.

Pelabuhan di Pantai Utara Jawa ini jadi salah satu proyek strategis nasional dengan total keseluruhan investasi hingga tahap akhir sebesar Rp 43,2 triliun di area seluas 369 hektar dan lahan cadangan 356 hektar.

Baca juga: Menhub Berharap Pelabuhan Patimban Bisa Tekan Biaya Logistik Nasional

Pakai utang Jepang

Pembangunan tahap I menyedot anggaran Rp 14 triliun dari APBN dan pinjaman Japan International Cooperation Agency atau JICA.

Pada tahap I, pelabuhan secara fisik akan memiliki bangunan dan kapasitas sebesar Pelabuhan Tanjung Priok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X