Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Melihat Potensi Pasar Wisata Kesehatan Global, Bagaimana Posisi Indonesia?

Kompas.com - 25/12/2020, 05:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Smith dan Puczko (2009) menekankan bahwa wisata kesehatan terdiri atas wisata medis dan wellness tourism yang biasa disebut wisata kebugaran. Pembedaan ini berdasarkan karakteristik dan motivasi dari wisatawan yang berkunjung.

Korea Tourism Organization mengklasifikasikan wisata kesehatan terdiri atas dua hal yaitu wisata medis dan wisata kebugaran.

Connel (2013) kembali menjelaskan bahwa definisi istilah wisata medis belum disetujui dan membutuhkan kategori yang lebih rinci.

Beberapa studi menegaskan bahwa wisata medis meliputi operasi besar seperti penyakit jantung, kanker dan diabetes sementara yang lain menyebutkan prosedur ringan, seperti yoga, spa, diet, terapi dan sebagainya.

Studi terkini mendukung bahwa wisata medis secara prinsip fokus pada perlakuan medis daripada hiburan. Song (2010) menambahkan bahwa terminologi "wisata" pada pasien sakit yang ingin memperoleh layanan medis, adalah sesuatu yang "sembrono".

Lalu bagaimana dengan wisata kebugaran atau wellness tourism? Istilah wellness pertama kali dikemukakan pada 1961 oleh dokter Halbert L Dunn dari Amerika Serikat.

Wellness merupakan integrasi antara badan, pikiran dan semangat. Wellness yang sesungguhnya akan tercapai jika terjadi keseimbangan antara fisik, intelektual, emosional, sosial, pekerjaan, spiritual, dan aspek lingkungan dari kehidupan.

Orang yang memiliki wellness semestinya sejahtera lahir dan batin. Cohen (2008) menunjukkan bahwa dalam wisata kebugaran, wisatawan melakukan perjalanan meninggalkan kehidupan normal untuk memperoleh benefit keseimbangan atau perbaikan pikiran dan tubuh dengan menggunakan layanan yang disediakan di destinasi yang dikunjungi.

Wisata kebugaran terutama melibatkan aktivitas seperti spa, peningkatan kesehatan, relaksasi, rejuvenasi dan latihan-latihan pelengkap lainnya.

Wisata kebugaran didesain untuk membantu wisatawan mengalami suasana relaks dengan prosedur medis yang ringan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.