Pasar Minyak Global Diprediksi Masih Tak Pasti pada Semester Pertama 2021

Kompas.com - 04/01/2021, 11:34 WIB
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia ShutterstockIlustrasi kenaikan harga minyak dunia

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) memproyeksi, pasar minyak global masih akan dihadapi ketidakpastian sepanjang semester I-2021.

Ini akan berpengaruh terhadap upaya pemulihan harga minyak global.

"Prospek (pasar minyak) pada paruh pertama 2021 masih dibayangi ketidakpastian. Masih banyak terdapat risiko penurunan," kata Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo, dikutip dari Bloomberg, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Kesepakatan Paska Brexit Angkat Harga Minyak Dunia

Prospek ini dipastikan memengaruhi keberlanjutan kebijakan pemangkasan produksi minyak global.

OPEC bersama negara mitra (OPEC+) di bawah koordinasi Arab Saudi dan Rusia dijadwalkan melakukan pembahasan terkait kebijakan tersebut pada hari ini.

Pelaku pasar sampai saat ini masih menunggu langkah OPEC+ untuk menjaga momentum pemulihan harga minyak, di tengah prospek ketidakpastian pasar global.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pertemuan 3 Januari 2021, sejumlah negara anggota OPEC+ termasuk Arab Saudi mewanti-wanti rencana peningkatan produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari yang rencananya dilakukan pada Februari mendatang.

"Kami pikir para negara produsen akan memilih opsi untuk melupakan rencana peningkatan produksi pada Februari, setelah kasus Covid-19 terus meningkat dan penyebaran vaksin lebih lambat dari yang diprediksi," ujar Chief Commodities Strategist RBC Capital Markets LLC, Helima Croft.

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Beli Minyak dari AS Malah Dibayar

Sebagaimana diketahui, OPEC+ telah merelaksasi secara bertahap kebijakan pemangkasan produksi minyak mentah global.

Saat ini, pemangkasan berada di level 7,2 juta barel per hari atau setara 7 persen dari suplai dunia.

Langkah pemangkasan dan juga penyebaran vaksin berhasil menciptakan momentum pemulihan harga minyak global, yang saat ini berada di kisaran 50 dollar AS per barel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Whats New
Dihadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Dihadapan 175 Negara, Menhub Paparkan Kontribusi RI di Sektor Maritim

Rilis
Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Dorong Pemerataan Layanan Telekomunikasi, Mitratel Bangun BTS di Daerah 3T

Rilis
Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Ini Strategi Surge Tingkatkan Kinerja di Tahun 2022

Whats New
Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG Dibayangi Sentimen Window Dressing, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Earn Smart
Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Taiwan Kembangkan Proyek Smart City, Seperti Apa ?

Rilis
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Pendapatan Bersih YELO Melonjak Rp 13,1 Miliar di Kuartal III 2021

Rilis
Cerita Rachmat Kaimmudin, Dari Penjaga Perpustakaan Hingga Jadi CEO Bukalapak

Cerita Rachmat Kaimmudin, Dari Penjaga Perpustakaan Hingga Jadi CEO Bukalapak

Work Smart
Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Ingat, Ini Aturan Perjalanan Darat Selama Natal dan Tahun Baru 2022

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

[POPULER MONEY] 10 Negara Terkaya di Dunia | PPKM Level 3 Dibatalkan | Gaji Polisi Berpangkat Tamtama

Whats New
Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Viral Video Tiang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ambruk, Ini Respons KCIC

Whats New
Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

Menteri Tjahjo Sebut Area Rawan Korupsi Ada 8 Pintu, Apa Saja?

Whats New
Cara Menjadi Agen BRILink dan Keuntungannya

Cara Menjadi Agen BRILink dan Keuntungannya

Earn Smart
Bos AP I: Diproyeksikan Tahun Depan Kami Masih Akan Rugi...

Bos AP I: Diproyeksikan Tahun Depan Kami Masih Akan Rugi...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.