Ada Vaksinasi Covid-19, Luhut Perkirakan Wisata Domestik Akan Pulih Lebih Cepat

Kompas.com - 07/01/2021, 13:34 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi internal bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno  membahas terkait pemulihan pariwisata secara virtual, Kamis (7/1/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi internal bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno membahas terkait pemulihan pariwisata secara virtual, Kamis (7/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus berupaya lakukan terobosan untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, pemerintah mendorong program Bangga Berwisata di Indonesia.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, program ini bisa berjalan dengan baik apabila diikuti dengan pelaksanaan vaksin yang lancar. Untuk itu, program pariwisata juga harus dipersiapkan.

"Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan satu sampai dua tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023," kata Luhut dalam keterangan resmi tertulisnya, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Luhut Minta KKP Awasi Ketat Program PEN Restorasi Terumbu Karang

Oleh karena itu lanjut Luhut, pembangunan pada 5 destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas.

"Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi," ujarnya.

Mantan Menko Polhukam ini menambahkan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait hal ini, Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.

"Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," sambung Luhut.

Luhut meminta kepada seluruh stakeholder terkait agar konsep Bangga Berwisata di Indonesia terus dimatangkan. Terus lakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan pada lokasi wisata.

"Saya minta peningkatan kualitas di lima DPSP dan hal-hal kecil dibenahi agar orang tidak kapok datang ke sana. Terus meningkatkan QRIS di lima DPSP dan para pelaku usaha dompet digital. Saat ini sedang di desain suatu platform agar bisa menampung semua pembayaran digital," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, yang turut hadir secara virtual mengungkapkan kesepakatannya agar Bangga Berwisata di Indonesia dapat diselaraskan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Dia mengatakan bahwa penggunaan tagline #DiIndonesiaAja itu dapat menjadi salah satu trending atau top of mind yang dapat didorong ke depan.

Baca juga: Kata Luhut, Ini Sederet Manfaat Pelabuhan Patimban

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.