Kuasa Hukum Korban Penipuan Jouska Beberkan Keterlibatan Sekuritas

Kompas.com - 15/01/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) Dok. JouskaIlustrasi PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum dari 41 klien yang dirugikan Rinto Wardana mengatakan, ada keterlibatan beberapa sekuritas yang mengelola dana klien PT Jouska Finansial Indonesia.

"Yang sampai sekarang saya ketahui itu yang sudah pasti Phillip Sekuritas. Yang kedua perlu pendalaman ini adalah MNC Sekuritas. Mungkin ada lagi sekuritas lain yang akan menjadi temuan dari pihak penyidik," katanya di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Dirinya menjelaskan, kuat dugaan keterlibatan Philip Sekuritas yang berafiliasi dengan Jouska karena bukti-bukti melalui surat email diterima oleh ke-41 klien, kemudian diserahkan ke Bareskrim Polri divisi Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus).

Baca juga: Bareskrim Kenakan Pasal Tambahan Insider Trading pada Kasus Jouska

"Kalau dari bukti-bukti yang ada itu sudah sangat gamblang sekali bahwa antara Jouska dengan yang paling kelihatan itu Phillip Sekuritas. Karena ada laporan dari Phillip Sekuritas kepada klien saya, secara lewat email atau lewat media elektronik lah," ucap dia.

"Kemungkinan besar Philip Sekuritas akan dipanggil. Karena di dalam bukti yang kita serahkan kepada penyidik itu ada bukti-bukti yang mengindikasikan keterlibatan daripada Philip Sekuritas dan juga sekuritas lainnya. Itu ada temuan juga dari penyidik tapi mereka tidak menyampaikan ke saya," sambung Rinto.

Pada 24 Juli 2020, Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia yang melakukan usaha sebagai penasehat investasi maupun agen perantara perdagangan efek tanpa izin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bill Gates Menjadi Penguasa Lahan Pertanian di AS

Ketua SWI Tongam L. Tobing mengatakan, penghentian dilakukan usai SWI menemukan beberapa fakta mengenai legalitas dan model bisnis Jouska.

Selain menghentikan kegiatan Jouska, SWI juga menghentikan kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amartha Investa Indonesia.

Perusahaan tersebut diduga melakukan kegiatan penasehat investasi, manajer investasi, atau perusahaan sekuritas tanpa izin. Selanjutnya, SWI memblokir situs, web, aplikasi, dan media sosial ketiga perusahaan tersebut melalui Kemenkominfo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.