Ada Beras Impor Masuk Pasar, Kementan: Bukan Rekomendasi Kami

Kompas.com - 18/01/2021, 15:51 WIB
Ilustrasi beras KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi beras

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) membenarkan adanya beras impor asal Vietnam yang masuk ke pasar. Beras itu masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi yang menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi dari fraksi Golkar, tentang bocornya beras impor ke pasar.

"Tim Kementan terjun langsung ke lokasi beras Cipinang sebagaimana ada laporan masyarakat, kemudian memang benar ditemukan beras jasmine (jasmine rice) masuk ke Cipinang," ungkapnya dalam rapat dengan pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (18/1/2021).

Baca juga: BI Proyeksi Pembiayaan Korporasi Melejit di Kuartal I 2021

Menurut Suwandi, pihak Kementan tak pernah menerbitkan rekomendasi impor beras tersebut. Selain itu, apabila ada beras yang diimpor maka ketentuannya beras khusus, dan penjualannya pun bukan di pasar rakyat.

"Jadi impor beras yang ini bukan (rekomendasi) dari Kementan. Kemudian, biasanya kalau beras khusus itu penggunaan dan sasarannya juga khusus, tidak masuk ke pasar tradisional," tambah dia.

Menimpali itu, Dedi Mulyadi meminta Kementan untuk segera menyelidiki impor tersebut dan mengambil langkah hukum. Sebab impor beras itu juga dijual dengan harga murah Rp 9.000 per kilogram.

Kondisi ini akan mengancam petani lokal, karena berpotensi menganggu harga beras dalam negeri. Terlebih jumlah beras impor yang masuk cukup besar.

Baca juga: Netflix Rilis Rangking Kecepatan ISP di Indonesia, Begini Respons Telkom

Berdasarkan data Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) sebanyak 300 ton beras impor asal Vietnam masuk ke Pasar Cipinang.

"Kalau bapak tidak izinkan (impor beras), ambil langkah-langkah hukum. Kalau izinnya impor beras khusus tapi ternyata tidak sesuai, maka berarti ada dokumen yang dipalsukan. Saya minta Kementan berpihak pada petani dan punya sikap, angan sekedar tidak tahu atau tidak diajak koordinasi," paparnya.

Di sisi lain, anggota Komisi IV DPR RI lainnya turut mempertanyakan pengawasan Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementan terhadap masuknya beras impor tanpa rekomendasi. Lantaran, setiap produk pertanian impor yang masuk ke Indonesia harus melalui pemeriksaan BKP.

Kembali menanggapi hal tersebut, Suwandi menyatakan, kasus beras impor asal Vietnam yang masuk ke pasar rakyat itu sudah ditangani oleh Bareskrim Polri. Saat ini pun sudah masuk ke tahap penyelidikan oleh Kepolisian.

"Ini sudah diproses Bareskrim kemarin itu juga, jadi sekarang sudah masuk ranah (penyelidikan). Sampel produknya juga sudah diambil dan ini lagi proses hukum," tutup Suwandi.

Baca juga: Diminta Ganti Rugi Emas 1,1 Ton, Saham ANTM Terjun di Sesi I



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X