Pengusaha Tawarkan Mal Jadi Tempat Vaksinasi

Kompas.com - 18/01/2021, 21:13 WIB
Mall Festival CityLink Bandung, Jawa Barat. Dok. Mall Festival CityLink BandungMall Festival CityLink Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha mengusulkan pusat perbelanjaan (mal) menjadi tempat untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hal ini dinilai dapat mempercepat distribusi vaksin guna segera mengakhiri pandemi.

"Kami sebagai pusat perbelanjaan sebenarnya ingin menawarkan atau fasilitasi tempat kami, itu bisa digunakan bagi pemerintah bila mau melakukan vaksinasi," ujar Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat dalam konferensi pers secara virtual, Senin (18/1/2021).

Ia mengatakan, usulan tersebut dengan pertimbangan untuk membantu pemerintah yang saat ini sedang berupaya menyusun sistem pendistribusian vaksin yang tepat dan cepat.

Baca juga: Kementerian BUMN Bantah Ada “Chip” di Dalam Vaksin Covid-19

Menurutnya, vaksinasi di mal sangat mungkin dilakukan mengingat karakteristik bangunan yang luas dan selasar yang juga lebar, sehingga ketentuan protokol kesehatan tetap bisa dijalankan.

"Jadi untuk jaga protokol kesehatan dengan menjaga jarak, kemudian pengaturannya (vaksinasi), itu tempatnya lebih luas," kata dia.

Nantinya, lanjut Ellen, vaksinasi di mal bukan hanya diperuntukan bagi karyawan mal saja, tapi juga masyarakat di sekitar mal itu sendiri. Dengan demikian, vaksinasi bisa dilakukan dengan cepat.

Ia mencontohkan, seperti di wilayah DKI Jakarta, mal yang menjadi anggota APPBI tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Sehingga, sebagian masyarakat Jakarta bisa melakukan vaksinasi di mal terdekat wilayahnya.

Baca juga: Menkes Buka Opsi Vaksin Mandiri, Pengusaha: Hanya untuk Perusahaan yang Mau

"Kami bersedia fasilitasi dengan adanya tempat-tempat mal yang bisa digunakan untuk vaksinasi. Itu tinggal diatur saja jadwalnya, menurut kami tidak ada sulitnya," kata dia.

Ellen menekankan, dengan pemanfaatan mal diharapkan pelaksanaan vaksinasi menjadi lebih efisien. Sehingga mempermudah dan membantu pemerintah dalam penanganan pandemi.

"Kami lihat ada baiknya karyawan tidak keluar dari mal lagi, berdesak-desakan untuk melakukan vaksin dan antrian yang panjang. Jadi ibaratnya jemput bola, petugas dan vaksinnya yang datang. Saya rasa lebih bagus dan higienis juga," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X