Luhut Sebut Kehadiran LPI Bisa Dongkrak Produk Domestik Bruto

Kompas.com - 03/02/2021, 19:34 WIB
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyapa serta memberikan pembekalan kepada para atlet atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/1/2021). Dokumentasi Facebook Resmi Luhut Binsar PandjaitanMenko bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyapa serta memberikan pembekalan kepada para atlet atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) akan berperan besar.

Termasuk dalam hal peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Ditambah lagi, kata dia, adanya implementasi Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Baca juga: LPI Diarahkan untuk Berinvestasi di Infrastruktur Bandara dan Pelabuhan

"Jadi, berapa besar pengaruhnya, saya kira sangat besar. Katakanlah GDP kita 1 triliun dollar AS, saya kira angka ini bisa jauh lebih tinggi lagi manakala kita buat negara kita ini lebih efisien dan transparan," kata Luhut dalam tayangan virtual, Rabu (3/2/2021).

Menurut Luhut, Indonesia telat membentuk LPI atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

Padahal, di negara lain, sudah banyak yang membentuk LPI tersebut sekian puluh tahun.

"Kita sangat terlambat membuat institusi ini. Negara-negara lain sudah ada beberapa puluh tahun yang lalu. Kita baru mulai tahun lalu," ungkap Luhut.

Luhut juga memastikan operasional LPI ini akan berlangsung paling cepat akhir Februari.

Baca juga: LPI Bisa Kelola Sumber Daya Alam untuk Investasi, Begini Mekanismenya

Namun, tidak menutup kemungkinan bisa beroperasi pada awal Maret 2021.

"Jadi, efektifnya baru mulai akhir Februari atau Maret awal," ucap dia.

Di dalam LPI ini, kata Luhut, terdapat golongan dana yang diklasifikasikan. Dia menyebut, klasifikasi dana tersebut cukup unik.

"Apalagi SWF kita ini agak unik, ada master fund, ada tadi tematik fund. Nah, tematik fund ini sendiri sebenarnya nanti akan kita isi dengan aset-aset dari BUMN sehingga bisa dibuat lebih efisien dan valuasinya lebih tinggi," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

ABM Investama Putuskan Tidak Tebar Dividen, Ini Alasannya

Whats New
Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Beli Saham Holywings, Nikita Mirzani Gelontorkan Miliaran Rupiah

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

Rilis
Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Whats New
Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Rilis
Ini Alasan Nikita Mirzani Beli Saham Holywings Hingga Miliaran Rupiah

Ini Alasan Nikita Mirzani Beli Saham Holywings Hingga Miliaran Rupiah

Whats New
Jelang Lebaran, BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM di Sumbagsel

Jelang Lebaran, BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM di Sumbagsel

Whats New
Lindungi Konsumen dan Industri, Kemenperin Dorong Penerapan SNI untuk Perhiasan

Lindungi Konsumen dan Industri, Kemenperin Dorong Penerapan SNI untuk Perhiasan

Rilis
Hotman Paris Targetkan Holywings Punya 100 Outlet dan IPO di Bursa

Hotman Paris Targetkan Holywings Punya 100 Outlet dan IPO di Bursa

Whats New
AirNav Pastikan Video Viral yang Menampilkan Penerbangan Berisi WNA Hoaks

AirNav Pastikan Video Viral yang Menampilkan Penerbangan Berisi WNA Hoaks

Whats New
Terjebak di Skala Kecil, Koperasi Perlu Merger dan Amalgamasi

Terjebak di Skala Kecil, Koperasi Perlu Merger dan Amalgamasi

Whats New
Lonjakan Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Diramal Bakal Terjadi Saat Libur Lebaran

Lonjakan Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Diramal Bakal Terjadi Saat Libur Lebaran

Whats New
PLN akan Bangun Pembangkit EBT Setelah Program 35.000 MW Selesai

PLN akan Bangun Pembangkit EBT Setelah Program 35.000 MW Selesai

Whats New
Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp 53 Triliun

Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp 53 Triliun

Whats New
Kanwil DJP Nusa Tenggara Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Perpajakan

Kanwil DJP Nusa Tenggara Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Perpajakan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X