Menko Airlangga: Sinyal Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat...

Kompas.com - 05/02/2021, 16:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
DOK. Humas Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 tercatat mengalami kontraksi 2,07 persen.

Hal itu disebabkan, pada kuartal IV, mengalami kontraksi 0,42 persen (qtoq) dan minus 2,19 persen (yoy).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian sudah mulai membaik jika melihat kinerja perekonomian secara kuartalan tersebut.

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Minus 2,07 Persen

"Secara year on year (pertumbuhan ekonomi) terkontraksi 2,07 persen, sinyal positif pemullihan ekonomi sudah terlihat di kuartal IV, di mana angka quarter to quarternya sudah ada sedikit peningkatan kembali," jelas dia ketika memberikan keterangan pers secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Untuk diketahui, pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat terperosok cukup dalam, yakni sebesar 5,32 persen. Dilanjutkan pada kuartal III, kinerja perekonomian mulai pulih, meski tetap masih kontraksi sebesar 3,49 persen.

Menurut Airlangga, pemulihan ekonomi yang terjadi di akhir tahun merupakan hasil dari upaya pemerintah yang telah menggelontorkan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 579,78 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski, jumlah tersebut baru 83 persen dari keseluhan anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp 695,2 triliun.

Selain itu, realisasi APBN yang mencapai 94,6 persen menurutnya juga menjadi faktor pengungkit yang membuat kinerja konsumsi di kuartal IV tumbuh dibanding kuartal sebelumnya.

Untuk diketahui, pada kuartal IV-2020 kinerja konsumsi rumah tangga tumbuh tipis 0,49 persen dari yang sebelumnya minus 3,61 persen di kuartal III-2020.

"Perbaikan ini tidak lepas dari intervensi yang dilakukan pemerintah, konsumsi pemerintah mencapai 1,76 persen (yoy) dan realisasi program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi mencapai Rp 579,78 triliun," ujar Airlangga.

Ia pun berharap pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga akhir tahun, sehingga target pertumbuhan ekonomi pemerintah, yakni di kiaran 4,5 persen hingga 5 persen bisa tercapai.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan di Jawa-Bali, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2021 Bisa Negatif?

"Didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor," ujar Airlangga.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.