Awal Sesi Pasca Libur Panjang, IHSG dan Rupiah Lanjutkan Kenaikan

Kompas.com - 15/02/2021, 09:36 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (15/2/2021).

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.248,33 atau naik 25,8 poin (0,41 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.222,52.

Sebanyak 212 saham melaju di zona hijau dan 110 saham di zona merah. Sedangkan 169 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,4 triliun dengan volume 1,14 miliar saham.

Bursa Asia pagi ini positif, dengan kenaikan indeks Nikkei 1,19 persen, dan indeks Strait Times 0,61 persen.

Baca juga: Jelang Long Weekend, IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat

Sementara nilai tukar rupiah pagi ini juga bergerak di zona hijau.

Melansir data Bloomberg, rupiah pada pukul 09.08 WIB berada pada level Rp 13.960 per dollar AS atau menguat 0,09 persen (12 poin) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 13.972 per dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah hari ini terdorong oleh ekspektasi perilisan stimulus besar dari pemerintah AS dan menurunnya laju pertumbuhan kasus harian Covid-19 di dunia termasuk Indonesia.

“Rupiah masih berpotensi menguat hari ini dengan dua sentimen positif tersebut. Sentimen tersebut juga mendorong peningkatan minat pasar terhadap aset berisiko pagi ini, ditambah lagi dengan indeks saham Asia yang bergerak positif,” kata Ariston.

Di sisi lain, pasar akan mewaspadai kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor jangka panjang seperti tenor 10 tahun yang mecetak level tinggi baru tahun ini di 1,21 persen di hari Jumat kemarin.

“Kenaikan yield ini bisa mendorong penguatan dollar AS,” jelas Ariston.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 13.950 per dollar AS sampai dengan Rp 14.030 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Dibayangi Profit Taking? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.