Erick Thohir: Pemerintah Ingin Proyek Terus Dibangun, tapi Tidak dengan Utang

Kompas.com - 25/02/2021, 12:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Namun, kata pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas LPI ini, kali ini pemerintah ingin menjalankan proyek strategis nasional tanpa mengandalkan dari utang.

Atas dasar itu, lanjut Erick, Presiden Joko Widodo membentuk Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Baca juga: Erick Thohir: Vaksinasi Mandiri Butuh 7,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

“Kita ingin mensinambungkam proyek-proyek nasional terus dibangun, terlepas kondisi Covid saat ini, tapi tidak dengan utang, malah di support melalui modal. Nah ini kita berharap pengembangan infrastruktur di Indonesia tetap berjalan dengan bantuan modal,” ujar Erick dalam acara CNBC Economy Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

Mantan bos Inter Milan itu menambahkan, nantinya dalam pembangunan proyek strategis nasional INA akan bekerja sama dengan investor asing.

Investor-investor yang bersedia menanamkan modalnya di Indonesia, kata Erick, percaya bahwa pertumbuhan ekonomi di Tanah Air ini akan terus meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“INA sendiri berpartner dengan banyak negara yang percaya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Prioritas project yang ada di INA ada tiga, infrastruktur, tol, airport dan pelabuhan. Ini bagian bagaimana optimalisasi market dan kesinambungan aset di BUMN,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis total utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) per Desember 2020 yakni sebesar Rp 6.074,56 triliun.

Baca juga: Khawatir Saldo Raib karena Card Skimming? Jangan Asal Gesek Kartu ATM!

Dengan demikian, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 38,68 persen. Utang tersebut berasal dari utang domestik ditambah utang luar negeri.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, Indonesia mempunyai kemampuan dalam membayar utang karena rasio pendapatan pajak terhadap utang lebih baik dibandingkan negara lain.

“Kita relatif lebih baik dan rasio penerimaan negara atau penerimaan pajak terhadap utang kita cukup bagus dibandingkan banyak negara,” kata Yustinus dalam webinar Kantor Staf Presiden dilansir dari Antara, Rabu (24/2/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.