Avrist Assurance Bayarkan Klaim untuk Peserta Korporat Senilai Rp 424 Miliar

Kompas.com - 02/03/2021, 14:43 WIB
Ilustrasi asuransi FREEPIK.comIlustrasi asuransi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Avrist Assurance mencatat membayarkan klaim sebesar Rp 424 miliar melalui kanal distribusi asuransi kumpulan atau Employee Benefit Division (EBD).

Klaim tersebut didominasi oleh klaim atas Group Medical Service, yakni perlindungan kesehatan untuk nasabah korporat sebesar Rp 397 miliar, kemudian disusul dengan klaim atas Group Life Service senilai Rp 27 miliar.

Kanal distribusi asuransi kumpulan atau EBD merupakan salah satu kanal distribusi yang dimiliki Avrist Assurance khusus melayani nasabah korporat. 

Direktur PT Avrist Assurance Yasuo Sato mengatakan, pembayaran klaim ini merupakan salah satu wujud komitmennya yang selalu memenuhi tanggung jawab atas perlindungan kesehatan dan jiwa nasabah.

Baca juga: Marak Kasus Gagal Bayar Asuransi, OJK Terbitkan Aturan Baru

"Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak korporat yang sangat terbantu dengan adanya fasilitas perlindungan kesehatan, karena kami turut membayarkan biaya pengobatan pasien Covid-19,"ujarnya mengutip siaran persnya, Selasa (2/3/2021).

Selain perlindungan kesehatan, kanal distribusi asuransi kumpulan dari Avrist Assurance juga memberikan perlindungan jiwa. Melalui produk Group Term Life, yaitu di mana nasabah korporat dapat menambahkan manfaat asuransi jiwa bagi karyawannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Yasuo Sato mengatakan, perusahaannya juga telah membayarkan klaim atas perlindungan jiwa bagi seluruh awak pesawat yang bertugas pada penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 yang juga merupakan salah satu nasabah produk Group Term Life Avrist Assurance.

“Musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada bulan lalu meninggalkan duka mendalam bagi kita semua dan kami telah memberikan klaim senilai lebih dari Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Di samping itu, Yasuo juga mengatakan, di tahun 2020 yang lalu, kanal distribusi asuransi kumpulan mencatatkan pendapatan premi dari bisnis renewal sebesar Rp 541 miliar dan angka ini telah meningkat 43 persen dari perolehan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 379 miliar.

Baca juga: Ada DP 0 Persen, BTN Yakin Kredit Tumbuh di Atas Target

Peningkatan premi ini bersumber dari pendapatan premi existingnasabah korporat, yang sebelumnya telah memercayakan Avrist Assurance sebagai penyedia jasa perlindungan karyawan.

“Pendapatan premi untuk kanal distribusi EBD didominasi dari bisnis renewal, artinya premi ini berasal dari permintaan perpanjangan masa perlindungan dari existing nasabah korporat. Ini merupakan strategi sekaligus bukti pelayanan prima dari kami, sehingga nasabah korporat tetap setia bermitra dengan Avrist Assurance," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

Whats New
Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Whats New
Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Rilis
Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Whats New
Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Rilis
Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Whats New
Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Whats New
Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Whats New
Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Whats New
Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Whats New
Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Whats New
Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Whats New
UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

Smartpreneur
Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X