Kompas.com - 03/03/2021, 19:38 WIB
Perempuan pekerja tengah menjemur gabah di pelataran penggilingan padi di Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/3/2013). KOMPAS/WINARTO HERUSANSONOPerempuan pekerja tengah menjemur gabah di pelataran penggilingan padi di Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/3/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Maret-April 2021 sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim panen padi. Pada masa panen umumnya harga gabah menjadi turun karena pasokan yang berlimpah.

Oleh sebab itu, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI mendorong para petani pemilik gabah untuk memanfaatkan sistem resi gudang (SRG) guna menjaga stabilitas harga.

"Dengan memanfaatkan resi gudang, stabilitas harga komoditas akan lebih terjaga yang pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan bagi para petani," ujar Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Ia mengatakan, sebagai pusat registrasi resi gudang pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan para pemilik komoditas. Ini sejalan dengan peran KBI sebagai badan usaha milik negara (BUMN) untuk menjadi akselerator ekonomi masyarakat.

Fajar menjelaskan, peran dan fungsi KBI adalah untuk melakukan penatausahaan resi gudang, meliputi pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan, serta penyediaan sistem dan jaringan informasi.

Kemudian, menyediakan sistem informasi yang terintegrasi dengan pengelola gudang, lembaga pembiayaan, badan pengawas, dan Kementerian Keuangan. Selain memberikan data dan informasi, KBI turut menjamin kerahasiaannya, serta melakukan verifikasi dan konfirmasi transaksi resi gudang kepada pelaku pasar juga pemangku kepentingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebagai pusat registrasi resi gudang, KBI memberikan kemudahan bagi para pemilik komoditas untuk melakukan registrasi. Salah satunya dengan menyiapkan aplikasi registrasi Is-Ware Next Gen, yang berbasis blockchain dan smart contract, sehingga menjadikan proses registrasi akan lebih mudah dan aman,” jelas dia.

Menurut Fajar, sistem resi gudang di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang. Namun, tantangan yang dihadapi adalah pemahaman masyarakat yang belum sepenuhnya mengerti tentang manfaat dari instrumen ini.

"Kedepan kami bersama para pemangku kepentingan lain akan terus melakukan sosialisasi tentang manfaat resi gudang kepada masyarakat," imbuhnya.

Terkait pemanfaatan resi gudang untuk komoditas gabah, KBI mencatat, sepanjang 2020 telah diregistrasikan sebanyak 251 resi gudang dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 13,5 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.