Menaker: Tutup Saja BLK, kalau Malah Menambah Pengangguran

Kompas.com - 05/03/2021, 17:12 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan webinar daring K3 Nasional di Jakarta, Senin (15/2/2021). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan webinar daring K3 Nasional di Jakarta, Senin (15/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan akan menghentikan operasional Balai Latihan Kerja (BLK) bila  instansi di bawah kelolaannya itu justru menambah jumlah pengangguran.

Pernyataan ini ia sampaikan kepada Pemerintah Daerah Maluku Utara dan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Budi Hartawan saat melakukan kunjungan kerja, hari ini (5/3/2021).

"Kita tidak ingin alumni pelatihan BLK justru berkontribusi bagi pengangguran baru di Maluku Utara. Kalau itu ceritanya tutup saja BLK Pak Dirjen (Binalattas)," melalui tayangan virtual, Jumat.

Baca juga: 60 Menit Bertemu Sandiaga Uno, Apa yang Dibahas Menaker?

Ida menegaskan, keberadaan BLK adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja industri.

"Kalau BLK ternyata akan melahirkan pengangguran baru enggak usah bangun (BLK) di Sofifi itu Pak Gubernur. Tutup saja BLKnya. Buat apa kalau pelatihan kita lakukan justru malah menambah pengangguran baru," ucap Ida.

Pada kesempatan itu Menaker mengatakan bahwa Maluku Utara merupakan harapan terciptanya lapangan kerja baru. Lantaran daerah bagian Indonesia Timur ini memiliki potensi menarik para investor.

"Saya kira Maluku Utara ini adalah salah satu itu harapan bagi pemerintah Indonesia karena memiliki banyak sekali resources yang dikembangkan yang akan menjadi harapan bagi investasi baru yang pada akhirnya dengan investasi baru akan melahirkan lapangan pekerjaan baru ini menjawab tantangan pengangguran kita," ujar dia.

Baca juga: Menaker: Penyandang Disabilitas Justru Punya Etos Kerja Lebih Tinggi

Sementara untuk mempersiapkan pelatihan vokasi dalam menghadapi proses transformasi ketenagakerjaan akibat pandemi dan revolusi industri 4.0, Kemenaker telah menyusun sejumlah kebijakan.

Hal itu meliputi kebijakan triple skilling, yakni skilling, re-skilling, dan up-skilling bagi pekerja, optimalisasi pemagangan berbasis jabatan, peningkatan soft skill, perubahan kurikulum dan metode yang berfokus pada human digital online serta kolaborasi dengan semua stakeholders, terutama pelaku industri untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurut dia,  sinergi dan kolaborasi antara BLK dan stakeholders, terutama dari dunia usaha dan industri sebagai pengguna tenaga kerja sangat penting. Sebab dengan dilakukannya sinergi, maka dapat dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap.

Baca juga: Menaker Sebut Pembahasan PP Cipta Kerja Tak Bisa Puaskan Semua Pihak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X