Menaker Sebut Pembahasan PP Cipta Kerja Tak Bisa Puaskan Semua Pihak

Kompas.com - 05/03/2021, 06:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertujuan menciptakan keseimbangan iklim ketenagakerjaan bagi tenaga kerja serta para pengusaha untuk lebih baik.

Selain itu, kata Ida, dalam pembahasan PP Cipta Kerja mungkin tidak bisa memuaskan semua pihak.

Namun, pemerintah berupaya mengakomodir semua kepentingan stakeholder ketenagakerjaan.

Baca juga: CSIS: Kartu Prakerja dan RUU Cipta Kerja Saling Melengkapi

"Hal ini saya harap dapat dipahami, karena pemerintah juga harus menjaga keseimbangan dan mencari jalan tengah dari permasalahan lainnya yang berkaitan dengan keempat Peraturan Pemerintah tersebut," kata Ida melalui keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Menteri dari Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, setelah keempat PP diundangkan, ia masih harus menyusun Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker).

Pemerintah juga masih harus menghadapi judicial review terhadap UU Cipta Kerja dari beberapa pihak, termasuk dari serikat pekerja atau serikat buruh.

Ida menghargai pandangan dan pendapat dari serikat pekerja dan buruh mau pun dari pihak lain yang memilih jalur judicial review dalam menanggapi UU Cipta Kerja.

Baca juga: Ini 5 Kemudahan Bagi Pelaku UMK Lewat PP Turunan UU Cipta Kerja

"Meskipun cukup menyita energi untuk menanggapi hal tersebut, pemerintah tetap menghargai langkah judicial review atau uji materi yang ditempuh teman-teman serikat pekerja atau serikat buruh ini," ujar dia.

Meskipun demikian, setelah diundangkannya UU Cipta Kerja beserta peraturan pelaksananya, perjuangan untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif dan produktif belum selesai.

Menurut Ida, penerapan UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya masih harus dikawal untuk mencapai maksud dan tujuan yang diharapkan.

"Oleh sebab itu saya mengajak kita semua untuk terus melakukan upaya yang terbaik bagi kemajuan dan keunggulan bangsa ini," kata Ida.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.