Indonesia Ekspor Sarang Burung Walet hingga Cengkeh Senilai Rp 140 Miliar

Kompas.com - 12/03/2021, 16:22 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021). Dok. KemendagMenteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mengekspor beragam produk pertanian asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) senilai Rp 140 miliar ke 27 negara.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Produk pertanian asal Provinsi Jawa Timur yang kita lepas ini senilai Rp 140,03 miliar dengan total volume 5.400 ton dan 757 batang ke berbagai negara sekaligus," ujar Syahrul saat pelepasan ekspor di Teluk Lamong, dikutip dari keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Krakatau Steel Ekspor 20.000 Ton Baja ke Eropa

Terdapat 32 produk pertanian yang diekspor diantaranya sarang burung walet, pakan ternak, premik, cicak kering, lipan kering, kelapa bulat, cacao powder, cacao butter, kopi biji, dan cengkeh.

Ia mengungkapkan, secara nasional pada saat yang sama, Badan Karantina Pertanian Kementan telah memfasilitasi sertifikasi ekspor terhadap 81.300 ton komoditas pertanian dengan nilai mencapai Rp 1,26 triliun.

Syahrul menjelaskan, sinergi lintas kementerian memang harus ditingkatkan sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah tantangan pandemi Covid-19. Termasuk dalam hal menggengot kinerja ekspor Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menghadapi pandemi ini dengan berbagai dampak yang ada, maka kerja tidak bisa satu sektor saja, kita harus hand to hand, bersama kita genjot pasar ekspor produk pertanian," katanya.

Mendag menyatakan bahwa pasar ekspor produk pertanian Indonesia cukup menjanjian. Sekaligus menunjukkan pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu menyumbang devisa negara.

Baca juga: Bidik Pasar Ekspor, Mendag: Negara yang Ekonominya Tumbuh 5 Persen

"Bisa dilihat Indonesia penghasil, penjual, dan pengekspor kopi salah satu yang terbaik di dunia. Kita juga ingin menjual barang-barang prosfektif Indonesia seperti sarang walet untuk memastikan ekspor menjadi salah devisa negara," ujar dia.

Ia pun berharap, kedepannya Indonesia bisa berevolusi dari negara penjual barang mentah dan setengah jadi menjadi penjual barang industri dan industri berteknologi tinggi.

"Semoga kedepan, Jawa Timur pun terus menjadi eksportir dari barang barang ekspor Indonesia," ucap Lutfi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Temaga Kesehatan

Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Temaga Kesehatan

Whats New
Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Whats New
Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Rilis
IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

Whats New
Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Whats New
IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Whats New
Pemerintah Sudah Suntik Modal Rp 61,8 Triliun ke BLU dan BUMN Sepanjang 2021

Pemerintah Sudah Suntik Modal Rp 61,8 Triliun ke BLU dan BUMN Sepanjang 2021

Whats New
Waspada Pembobolan Akun Berkedok Bank BCA, Ini Tips Menjaga Keamanan BCA ID

Waspada Pembobolan Akun Berkedok Bank BCA, Ini Tips Menjaga Keamanan BCA ID

BrandzView
Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Whats New
Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Berdikari Serap Telur dari Peternak di Blitar

Stabilkan Harga Telur Ayam yang Anjlok, Berdikari Serap Telur dari Peternak di Blitar

Rilis
Cara Membuat Promo Toko di Shopee Untuk Menggaet Pembeli

Cara Membuat Promo Toko di Shopee Untuk Menggaet Pembeli

Whats New
Bank CIMB Niaga Luncurkan Tabungan Digital OCTO Savers yang Bebas Biaya Transaksi

Bank CIMB Niaga Luncurkan Tabungan Digital OCTO Savers yang Bebas Biaya Transaksi

Whats New
Realisasi Anggaran PEN 2021 Baru 53,2 Persen

Realisasi Anggaran PEN 2021 Baru 53,2 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.