Gubernur BI: Dibanding Mata Uang Negara Lain, Pelemahan Rupiah Lebih Rendah

Kompas.com - 18/03/2021, 16:36 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan nilai tukar rupiah tetap terjaga di tengah pelemahan yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) beberapa waktu belakangan.

Sebagai informasi, pemerintah AS baru saja menyetujui stimulus 1,9 triliun dollar AS pada 17 Maret 2021 yang membuat pertumbuhan ekonominya berjalan lebih cepat. Hal ini mempengaruhi kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury dan kurs dollar AS.

Akibatnya, aliran modal asing ke pasar berkembang termasuk Indonesia tertahan dan memicu pelemahan nilai tukar rupiah serta meningkatkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).

Baca juga: Sebelum Beli Valas, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

"Nilai tukar melemah karena nilai tukar seluruh dunia mengalami pelemahan. Oleh karena itu langkah stabilisasi nilai tukar diperlukan sesuai fundamental dan mekanisme pasar," kata Perry dalam konferensi virtual, Kamis (18/3/2021).

Hingga 17 Maret 2020, kurs rupiah melemah sebesar 2,20 persen secara rata-rata dan 1,16 persen secara point to point (ptp) dibanding pada level Februari 2021.

Perkembangan ini menjadikan rupiah terdepresiasi sekitar 2,62 persen sepanjang 2021 (ytd) dibandingkan dengan level akhir Desember 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini tingkat depresiasi lebih rendah dari pelemahan nilai tukar di sejumlah negara, seperti Brazil, Meksiko, Korea Selatan, dan Thailand," papar Perry.

Untuk terus menjaga kondisi nilai tukar, bank sentral akan melakukan stabilisasi berupa intervensi di pasar spot, DNDF, dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah pada pukul 15.26 WIB berada pada level Rp 14.410 per dollar AS. Levelnya menguat sebesar 17,5 poin atau 0,12 persen dari Rp 14.380 pada pasar spot Kamis pagi.

"Alhamdulillah dengan langkah stabilisasi yang kita lakukan, nilai tukar masih terjaga. Kenaikan yield SBN masih dalam batas wajar," pungkas Perry.

Baca juga: Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong ASII, BMRI, dan BBNI



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.