Teten Masduki: Pengelola Mal Harus Berani Hadirkan Brand-brand Lokal

Kompas.com - 22/03/2021, 10:52 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tengah memberikan keterangan persnya di Gedung Sate Bandung, Minggu (21/3/2021). Dok HUMAS KEMENKOPUKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tengah memberikan keterangan persnya di Gedung Sate Bandung, Minggu (21/3/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, penting untuk menghadirkan produk lokal di pusat-pusat perbelanjaan modern atau mal. 

"Ini harus ada keberanian dari pengelola mal kita untuk menghadirkan brand-brand lokal agar tidak kalah dengan brand besar," ujar Menkop UKM dalam siaran pers, Senin (22/3/2021).

Teten menuturkan, selama ini brand lokal yang memiliki produk kualitas bagus tidak diberi tempat ruang usaha, terutama di mal-mal besar. 

Menurut Teten, tampilnya brand lokal di mal besar bertujuan agar produk lokal bisa bersaing dengan produk asing. Sebab ia yakin brand lokal tidak kalah dengan brand asing.

Baca juga: Sepatu Lokal Buatan UMKM Kita Itu Bukan yang Kelas Ecek-ecek...

Teten mencontohkan, kopi dengan brand lokal jauh lebih diminati daripada brand dari negara lain. Bahkan kata Teten, sepatu olahraga buatan anak muda Bandung masuk ke mal kelas atas di Tokyo.

Tampilnya brand lokal di mal juga akan jadi bagian dari kampanye produk lokal. Sebab di dalam negeri banyak produk lokal yang kualitasnya lebih bagus dan harganya lebih murah, tapi brand image-nya kurang dibangun dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Teten juga menyoroti persepsi masyarakat yang masih kurang percaya diri dengan produk dalam negeri. Akhirnya, banyak masyarakat memilih produk asing meski merogoh kocek cukup dalam.

Dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Teten Masduki mengajak seluruh masyarakat untuk membeli produk-produk lokal unggulan UMKM, salah satunya produk Jawa Barat.

Lebih lanjut Teten mengatakan, pemerintah menargetkan pada 2023 ada tambahan 30 juta UMKM Indonesia yang terintegrasi dalam ekosistem digital.

"Dalam Gernas BBI, kita ingin melibatkan makin banyak platform digital. Maka, UMKM harus siap transformasi masuk ke digital," kata Teten.

Baca juga: Produk Sepatu Lokal Bisa Jadi Raja di Negeri Sendiri

Pada periode Gernas BBI periode April 2021, Menteri Koperasi dan UKM mendapatkan mandat sebagai Movement Manager bermitra dengan Gubernur Jawa Barat sebagai Brand Ambassador Gernas BBI.

Dalam rangka amplifikasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta mendorong integrasi UMKM ke dalam ekosistem digital, Kementerian Koperasi dan UKM selama April 2021 akan mengkoordinasikan 40 rangkaian kegiatan di wilayah Jawa Barat di lebih dari 50 venue baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta, yang melibatkan 27 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 7.400 UMKM unggulan di Jawa Barat.

Kegiatan ini bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan selaku mitra strategis yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, perbankan, asosiasi, media, Komunitas, serta swasta (Indofood, Blibli, Shopee, Agung Sedayu, dan sebagainya).

Baca juga: Menkop Teten Ungkap Cara agar Indonesia Bisa Jadi Pusat Mode Muslim Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.