Menkop Teten Ungkap Cara agar Indonesia Bisa Jadi Pusat Mode Muslim Dunia

Kompas.com - 18/03/2021, 15:50 WIB
Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Teten Masduki (tengah) di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). KOMPAS.com/ Dian Reinis KumampungMuslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Teten Masduki (tengah) di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, Indonesia perlu melakukan berbagai cara untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat mode muslim dunia.

Salah satunya adalah melalui kegiatan promosi terpadu.

"Promosi terpadu seperti yang dilakukan Muffest di tahun ini perlu dilakukan secara konsisten untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat mode muslim dunia. Bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga dilakukan secara global," ujar Teten saat pembukaan acara Fashion Festival (Muffest) 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Lewat Muffest 2021, Menkop UKM Optimistis Industri Fesyen Muslim Indonesia Bisa Makin Eksis

Menurut Teten, cara ini bisa meningkatkan posisi Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia yang dapat diakui.

Oleh sebab itu, Teten meminta agar Indonesian Fashion Chamber (IFC) mau mengambil peran sebagai agregator dan enabler yang mendampingi para pelaku UKM di sektor produksi pakaian, menghubungkan dengan produsen bahan baku lokal yang berkualitas, dan bisa meningkatkan kualitas produk dengan standar global.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Para pelaku UKM di sektor produksi pakaian juga bisa mengakses pembiayaan yang mudah dan murah, sampai dengan mempertemukan mereka dengan pasar," ucap dia.

Di samping itu, sinergisitas dan kolaborasi juga sangat diperlukan, baik antara UMKM, pelaku kreatif, pelaku bisnis, maupun berbagai pihak lainnya.

Baca juga: Sepanjang 2020, Penjualan Produk Fashion Muslim di Tokopedia Naik 2 Kali Lipat

"Dukungan pemerintah juga dibutuhkan untuk lebih terkoordinasi dalam mewujudkan visi yang pada akhirnya dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat," ucap Teten.

Teten juga menilai Indonesia berpotensi menjadi pemimpin klasemen untuk industri fesyen muslim.

Sebab, jika dilihat berdasarkan data dari Global Islamic Economy Indikator, fesyen muslim atau modest fashion Indonesia memiliki poin indikator sebesar 34,26 persen.

Angka ini pun dinilai jauh mengungguli rata-rata global yang hanya memiliki poin indikator sebesar 17,55 persen.

"Saat ini Indonesia berpotensi menjadi pemimpin klasemen untuk kategori ini dan tentu ini tidak lepas dari kontribusi Muffest, Indonesia Fashion Chamber dan seluruh perancang, pengusaha, serta stakeholder mode di seluruh Indonesia," jelas Teten.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

Whats New
RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

Whats New
Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Whats New
Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Whats New
Menko Luhut Sebut Pemerintah akan Terus Dukung Proyek Investasi Kawasan IWIP

Menko Luhut Sebut Pemerintah akan Terus Dukung Proyek Investasi Kawasan IWIP

Rilis
Akan Segera Meluncur, Ini Nama Bank Digital Keluaran BCA

Akan Segera Meluncur, Ini Nama Bank Digital Keluaran BCA

Whats New
Kemenperin: Tidak Ada Kelangkaan Tabung Oksigen

Kemenperin: Tidak Ada Kelangkaan Tabung Oksigen

Whats New
Tak Mampu Digaji, 637 Guru di Daerah TIdak Diusulkan untuk Penetapan NIK PPPK

Tak Mampu Digaji, 637 Guru di Daerah TIdak Diusulkan untuk Penetapan NIK PPPK

Whats New
Kasus Covid-19 Melonjak, Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Bakal Kena Imbas

Kasus Covid-19 Melonjak, Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Bakal Kena Imbas

Whats New
Berapa Biaya yang Dibutuhkan Pemerintah Jika Jakarta Lockdown?

Berapa Biaya yang Dibutuhkan Pemerintah Jika Jakarta Lockdown?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X