Ekonom Faisal Basri Kaget Rencana Impor Beras Dilakukan saat Tren Konsumsi Beras Turun

Kompas.com - 22/03/2021, 21:34 WIB
Ekonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Kongkow Bisnis Pas FM, Jakarta, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIEkonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Kongkow Bisnis Pas FM, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana impor beras mengundang kritikan. Ekonom Faisal Basri terkejut dengan munculnya rencana impor beras untuk stok Perum Bulog.

Pasalnya, berdasarkan data yang ia miliki, saat ini terdapat tren menurun dari konsumsi beras di Indonesia. Oleh karena itu, Faisal menilai, stok cadangan yang dimiliki Bulog juga harus berkurang.

"Masa stoknya segitu-segitu dari waktu ke waktu, stoknya juga harus berkurang. Ini kan justifikasi saja buat para pemburu rente," ujar Faisal dalam diskusi yang diselenggarakan Alinea ID sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Mendag merespons keputusan Komisi IV DPR menolak impor beras 1 juta ton

Sebelumnya, impor menjadi opsi untuk pemenuhan stok Bulog sebagai cadangan beras pemerintah. Berdasarkan keterangan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, stok beras Bulog saat ini sekotar 500.000 ton.

Selain konsumsi yang menurun, Faisal juga mengungkapkan, saat ini tren produksi mengalami kenaikan. Produksi tahun 2021 diperkirakan akan melampaui produksi pada tahun 2020 lalu.

"Kalau kita lihat untuk beras dari berbagai informasi yang saya kumpulkan, ada kecenderungan produksi beras ini naik terus walaupun landai. Lagi-lagi saya terkejut dengan rencana impor beras di tengah tren seperti ini," terang Faisal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faisal pun menduga, masalah data membuat impor beras dimanfaatkan oleh sejumlah pihak. Sebab, dari sejumlah impor beras yang ada, impor selalu dilakukan pada saat masa panen beras.

Baca juga: RI-Thailand Akan Teken MoU Impor Beras, Begini Penjelasan Mendag

Sementara pada masa paceklik saaat produksi turun, impor tak dilakukan. Hal itu yang menjadi kekhawatiran bagi Faisal terkait impor beras.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X