Pinduoduo, Raksasa Baru E-Commerce China yang Mulai Saingi Alibaba

Kompas.com - 22/03/2021, 20:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peta persaingan ecommerce di China mulai menunjukkan perubahan. Aplikasi e-commerce yang baru berusia lima tahun, Pinduoduo Inc berhasil mengalahkan raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding yang telah lebih dahulu populer di China.

Seperti dikutip The Wall Street Journal via Kontan.co.id Senin (22/3/2021), Pinduoduo Inc telah memiliki 788,4 juta pengguna hingga pengujung 2020. Jumlah itu lebih banyak dari pengguna Alibaba yang sebanyak 779 juta orang.

Pengukuran jumlah pengguna itu dihitung berdasarkan orang yang melakukan pembelian dalam 12 bulan terakhir.

Baca juga: Ingin Sukses Berbisnis di E-Commerce? Hindari 5 Kesalahan Ini

Kendati demikian, pendapatan tahunan Pinduoduo tercatat hanya 9,1 miliar dollar AS, jauh dari pendapatan Alibaba sebesar 72 miliar dollar AS dari tahun fiskal terakhirnya. Nilai itu hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2019.

Namun hal ini telah memperkuat status perusahaan yang berbasis di Shanghai itu sebagai penantang pertama yang melepaskan cengkeraman Alibaba dan JD.com Inc.

“Bersama-sama kita telah menghasilkan keajaiban kecil. Kita telah mengubah e-commerce China dan bahkan struktur internet China,” kata Colin Huang, pendiri Pinduoduo dan mantan insinyur Google, dalam pidatonya kepada staf, yang kemudian dipublikasikan pada perayaan ulang tahun kelima perusahaan di kantor pusatnya pada bulan Oktober tahun lalu.

South China Morning Post melaporkan pada Senin (22/3/2021), perusahaan yang berbasis di Shanghai ini memulai dengan membantu mempopulerkan e-commerce sosial di China.

Penantang baru ini, memberikan layanan yang memungkinkan pengguna mendapatkan harga yang lebih rendah dengan mengundang teman di media sosial untuk membeli barang yang sama.

Dalam model serupa, Pinduoduo sekarang menjadi salah satu dari banyak platform yang menggunakan pembelian kelompok komunitas untuk menarik pengguna dengan harga lebih rendah. Strategi ini menjadi lebih populer selama pandemi Covid-19.

Inilah yang menjadi pendorong pertumbuhan pengguna Pinduoduo. Jaringan supermarket Alibaba, Freshippo dan raksasa pengiriman Meituan juga merupakan pemain utama di bidang ini.

Baca juga: Pengusaha Keluhkan Praktik “Illegal Cross-Border” di Platform E-Commerce

Halaman:
Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Akun Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Cara Buat Akun Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Work Smart
Panja Komisi XI DPR akan Bentuk Timus dan Timsin RUU P2SK

Panja Komisi XI DPR akan Bentuk Timus dan Timsin RUU P2SK

Whats New
KPPU Siapkan 4 Strategi Hadapi Resesi Global Tahun Depan

KPPU Siapkan 4 Strategi Hadapi Resesi Global Tahun Depan

Whats New
Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan Dimulai 6 Desember, Ini Infonya

Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan Dimulai 6 Desember, Ini Infonya

Whats New
Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Whats New
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo per 1 Desember 2022

Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo per 1 Desember 2022

Whats New
ATN Indonesia Mineral Jajaki Kerja Sama Bangun Pabrik Nikel untuk Baterai Kendaraan Listrik

ATN Indonesia Mineral Jajaki Kerja Sama Bangun Pabrik Nikel untuk Baterai Kendaraan Listrik

Whats New
Melesat 614,37 Persen, Medco Energi Bukukan Laba Bersih 400,93 Juta Dollar AS

Melesat 614,37 Persen, Medco Energi Bukukan Laba Bersih 400,93 Juta Dollar AS

Whats New
Bantuan 'Rombong Berkah', Dorong Warga Bangun UMKM untuk Keluar dari Kesulitan Ekonomi

Bantuan "Rombong Berkah", Dorong Warga Bangun UMKM untuk Keluar dari Kesulitan Ekonomi

Whats New
Internet Makin Dibutuhkan di Masa Pemulihan Ekonomi, Dorong Terciptanya Society 5.0

Internet Makin Dibutuhkan di Masa Pemulihan Ekonomi, Dorong Terciptanya Society 5.0

Whats New
Kembali Raih Prestasi, Sido Muncul Berhasil Menjadi Pemenang Terbaik 1 SDGs Action Award 2022

Kembali Raih Prestasi, Sido Muncul Berhasil Menjadi Pemenang Terbaik 1 SDGs Action Award 2022

BrandzView
KA Argo Parahyangan Bakal Di-Nonaktifkan, Jubir Luhut hingga Kemenhub Kompak Sebut Masih Dalam Pembahasan

KA Argo Parahyangan Bakal Di-Nonaktifkan, Jubir Luhut hingga Kemenhub Kompak Sebut Masih Dalam Pembahasan

Whats New
Bappenas Luncurkan Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan, Ini Manfaatnya

Bappenas Luncurkan Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan, Ini Manfaatnya

Whats New
BI Lakukan Penyesuaian Kegiatan Operasional Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2023

BI Lakukan Penyesuaian Kegiatan Operasional Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2023

Whats New
Kemenkop UKM Ungkap Klasifikasi KSP yang Berpotensi Jadi 'Open Loop' dalam RUU P2SK

Kemenkop UKM Ungkap Klasifikasi KSP yang Berpotensi Jadi "Open Loop" dalam RUU P2SK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.