Menilik Peran Teknologi Pengelolaan Aset Digital dalam Transformasi Digital bagi Industri

Kompas.com - 26/03/2021, 09:57 WIB
Ilustrasi mengelola aset digital. DOK. GETTY IMAGESIlustrasi mengelola aset digital.
|

Perangkat lunak tersebut dapat mendukung strategi pengelolaan dan pemeliharaan aset digital yang disesuaikan dengan tujuan bisnis perusahaan.

“Solusi asset strategy optimization terbukti dapat menekan pengeluaran modal atau capital expenditure (capex) hingga 30 persen, mengurangi biaya pemeliharaan hingga 50 persen, mengurangi biaya suku cadang hingga 25 persen, serta meningkatkan kinerja aset hingga 15 persen,” kata Fadli dalam kesempatan yang sama.

Era edge computing

Selain sistem pengelolaan aset digital, pemanfaatan internet of things (IoT) juga dinilai penting pada sektor industri selama masa pandemi.

International Data Corporation (IDC) memprediksi, pengeluaran perusahaan untuk teknologi IoT secara global akan mencapai tingkat pertumbuhan dua digit pada 2021.

Hal tersebut berbanding lurus dengan banyaknya pelaku bisnis yang fokus dalam memetakan perjalanan transformasi digital menuju pemulihan ekonomi.

Semakin canggih teknologi berbasis IoT, seperti robotics dan artificial intelligence (AI), maka semakin besar tantangan untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merespons kompleksitas operasional secara cepat dan fleksibel. Di sinilah peran edge computing.

Baca juga: Atasi Krisis Iklim, Schneider Kenalkan Empat Produk Baru

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Head of IT Enterprise Sales Schneider Electric Indonesia Ronny Siswanto mengatakan, pada era edge computing, edge data center memiliki peranan vital dalam lingkungan kegiatan operasional yang berbasis perangkat IoT.

“Tuntutan koneksi jarak jauh yang lebih cepat membuat kebutuhan data center atau cloud semakin tinggi. Dengan begitu, semakin banyak pelaku bisnis yang bergantung pada data center dalam pengelolaan data di lingkungan operasionalnya,” jelas Ronny.

Menurut Ronny, untuk membangun edge data center yang andal dan berkelanjutan, dibutuhkan standarisasi dan integrasi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, teknologi yang mumpuni, pengawasan dan tata kelola data center yang terencana, serta sistem keamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung pengelolaan data pada era edge computing, Schneider Electric memiliki tiga solusi edge data center yang dapat menjawab tantangan akan keterbatasan sumber daya manusia, keamanan, efisiensi dan sustainability, yaitu EcoStruxure Micro Data Center, EcoStruxure IT Expert, serta Monitoring and Dispatch Services.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.