Bulog Ingin Pasok Beras untuk Anggota TNI-Polri dan ASN

Kompas.com - 29/03/2021, 18:09 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Budi Waseso menjelaskan stok beras telah mencapai 1,324 juta ton sampai sekarang dengan rinciannya, beras pengadaan dalam negeri atau serapan gabah petani sebesar 791.911 ton dan pengadaan luar negeri atau impor sebesar 532.526 ton. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk konsumsi masyarakat saat Lebaran hingga setelahnya. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGDirektur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Budi Waseso menjelaskan stok beras telah mencapai 1,324 juta ton sampai sekarang dengan rinciannya, beras pengadaan dalam negeri atau serapan gabah petani sebesar 791.911 ton dan pengadaan luar negeri atau impor sebesar 532.526 ton. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk konsumsi masyarakat saat Lebaran hingga setelahnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso berharap, pihaknya bisa mamasok beras untuk kebutuhan anggota TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab Bulog telah kehilangan pasar sejak tak lagi menyalurkan beras lewat program bansos rastra.

Buwas, sapaan akrabnya, mengatakan akan meminta langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk membantu rencana perluasan penyaluran stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog.

"Kami tidak minta uang untuk menyerap, karena kami masih bisa meskipun biaya dari utang perbankan, kami masih sanggup menyerap. Permasalahannya ada di hilir," ujar dia dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Jokowi Sebut Tak Ada Impor Beras Hingga Juni, Buwas: Kami Utamakan Produksi Petani

Menurutnya, Bulog berharap bisa menyalurkan setidaknya 10 kilogram per bulan untuk setiap anggota TNI, Polri, dan ASN di seluruh Indonesia. Bila ini terealisasi, maka BUMN pangan itu bisa memiliki pangsa pasar sebanyak 1,4 juta ton per tahun.

Buwas menjelaskan, saat ini anggota TNI, Polri, dan ASN mendapatkan tunjangan beras sebesar Rp 7.242 per kilogram untuk 10 kilogram per bulan. Padahal harga beras di pasar berkisar Rp 12.000 per kilogram.

Ia menilai, secara tidak langsung anggota TNI, Polri, dan ASN dirugikan karena membeli beras dengan harga yang melebihi tunjangan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Buwas berharap Kemenkeu bisa menambah tunjangan beras sebesar Rp 2.000 sehingga menjadi sebesar Rp 10.769 per kilogram. Harga itu sesuai untuk digunakan membeli beras dari Bulog.

"Ini yang kami harapkan, tentunya ini perlu keputusan pemerintah. Kita lihat kapan ini keputusannya," kata Buwas.

Baca juga: Ada 106.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu, Mau Diapakan?

Ia menambahkan, dengan adanya pangsa pasar melalui anggota TNI, Polri, dan ASN maka akan berdampak pada peningkatan kemampuan Bulog dalam menyerap beras petani dalam negeri.

Selama ini, Bulog kesulitan karena terus melakukan penyerapan sesuai penugasan, tetapi penyalurannya tidak pasti. Padahal beras yang diserap merupakan stok CBP yang penggunaannya harus seizin pemerintah.

"Jadi ini yang sedang dibicarakan kedepannya. Bagaimana bulog menyerap sebanyak-banyaknya tapi di hilir ada kepastian beras Bulog dipakai untuk kebutuhan nasional," pungkas Buwas.

Baca juga: Penjelasan Buwas Soal Indonesia 3 Tahun Tak Impor Beras



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat

Whats New
Sri Mulyani: Sekarang, BLT Desa Cair Langsung 3 Bulan

Sri Mulyani: Sekarang, BLT Desa Cair Langsung 3 Bulan

Whats New
Disuntik Softbank, E-Commerce Sepatu Asal Jepang Bakal Masuk Indonesia Tahun Depan

Disuntik Softbank, E-Commerce Sepatu Asal Jepang Bakal Masuk Indonesia Tahun Depan

Whats New
Naik 21,45 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Semester 1 2021 Capai Rp 12,5 Triliun

Naik 21,45 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Semester 1 2021 Capai Rp 12,5 Triliun

Whats New
Aturan Menaker Terkait Subsidi Gaji Tahun 2021 Terbit, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya

Aturan Menaker Terkait Subsidi Gaji Tahun 2021 Terbit, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya

Whats New
Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Jangan Lupa Lakukan Ini!

Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Jangan Lupa Lakukan Ini!

Whats New
Hyundai dan LG Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Hyundai dan LG Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Whats New
Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Whats New
Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Whats New
Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Rilis
Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Whats New
Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Whats New
Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Whats New
ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

Whats New
Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X