Menteri Trenggono Minta Eksportir Perikanan Jangan Nakal soal Pajak

Kompas.com - 18/04/2021, 06:04 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat pelepasan produk perikanan dalam kegiatan bertajuk Indonesia Satu Ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (14/4/2021). DOK. Humas KKP Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat pelepasan produk perikanan dalam kegiatan bertajuk Indonesia Satu Ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengimbau para eksportir perikanan untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, baik itu soal pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan.

Ia memastikan, pemerintah tidak akan memberi toleransi kepada eksportir yang kedapatan melanggar aturan hukum maupun aturan administratif. Ia ingin iklim usaha di sektor perikanan berlangsung secara sehat, baik untuk kelangsungan industri, pemerintahan, juga para pekerja di dalamnya.

"Saya berharap kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah ini tidak disalahartikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada. Dengan melaporkan harga jual yang lebih rendah dibanding harga jual sebenarnya yang bertujuan untuk mengurangi pajak, mengambil ikannya tidak bayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian pajak penjualannya direndahkan, itu namanya tidak ada bela negaranya," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (18/4/2021).

Berdasarkan data sementara BPS, nilai ekspor produk perikanan pada Maret 2021 mencapai 476 juta dollar AS, atau meningkat 19 persen jika dibanding nilai ekspor produk perikanan bulan sebelumnya.

Baca juga: Minta PMI Tidak Mudik Lebaran, Pemerintah: Bersabarlah Dulu

Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai 1,27 miliar dollar AS, atau naik 1,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 dengan surplus neraca perdagangan sebesar 1,14 miliar dollar AS (0,34 persen).

Pada periode tersebut, negara tujuan ekspor utama RI adalah Amerika Serikat, China, ASEAN, Uni Eropa, dan Timur Tengah. Sedangkan komoditas ekspor utamanya meliputi udang, tuna cakalang-tongkol, cumi, kepiting rajungan, rumput laut, dan layur.

"Sektor perikanan ini tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perikanan. Di samping itu sektor ini menyerap banyak tenaga kerja," kata dia.

Sementara untuk sektor perikanan tangkap, KKP di bawah komando Trenggono telah memiliki program terobosan, yaitu peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sub-sektor perikanan tangkap.

Ia ingin wajah perikanan tangkap Indonesia menjadi lebih modern dan ramah lingkungan, baik dari sisi infrastruktur pelabuhan, navigasi kapal, hingga alat tangkap yang dipakai. Selain itu, program ini juga untuk menunjang peningkatan kesejahteraan nelayan.

Baca juga: Erick Thohir Ajak Milenial Buka Lapangan Kerja Agar Tak Bergantung Pemerintah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, ShopeePay Bagikan Cashback hingga 90 Persen di Codashop dan Google Play Store

Jelang Lebaran, ShopeePay Bagikan Cashback hingga 90 Persen di Codashop dan Google Play Store

Rilis
Jasa Marga Catat 381.851 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek pada 6-10 Mei 2021

Jasa Marga Catat 381.851 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek pada 6-10 Mei 2021

Whats New
Peringatan OJK soal Investasi Aset Kripto: Tidak Jelas Dasar Ekonominya

Peringatan OJK soal Investasi Aset Kripto: Tidak Jelas Dasar Ekonominya

Earn Smart
Kargo Udara, Masa Depan Bisnis Penerbangan Nasional

Kargo Udara, Masa Depan Bisnis Penerbangan Nasional

Whats New
Permintaan Tanaman Hias Tinggi di Taiwan

Permintaan Tanaman Hias Tinggi di Taiwan

Whats New
Kemendag Bakal Genjot Ekspor ke Taiwan karena Daya Beli Tinggi

Kemendag Bakal Genjot Ekspor ke Taiwan karena Daya Beli Tinggi

Whats New
Pegawai KPK Beralih Jadi ASN, Menpan-RB: Gajinya Bisa Naik

Pegawai KPK Beralih Jadi ASN, Menpan-RB: Gajinya Bisa Naik

Whats New
Simak Kinerja 3 Bank Besar pada Kuartal I-2021, Siapa Paling Baik?

Simak Kinerja 3 Bank Besar pada Kuartal I-2021, Siapa Paling Baik?

Whats New
ShopeePay Tebar Cashback hingga 90 Persen

ShopeePay Tebar Cashback hingga 90 Persen

Spend Smart
KKP Izinkan Kapal Ikan Eks Asing Beroperasi di Laut RI, Begini Ketentuannya

KKP Izinkan Kapal Ikan Eks Asing Beroperasi di Laut RI, Begini Ketentuannya

Whats New
Meski Bakal Diizinkan, KKP Tegaskan Belum Ada Satu Pun Izin Kapal Eks Asing Terbit

Meski Bakal Diizinkan, KKP Tegaskan Belum Ada Satu Pun Izin Kapal Eks Asing Terbit

Whats New
Suntikan Modal 300 Juta Dollar AS Telkomsel ke Gojek, Dongkrak Kinerja TelkomGroup

Suntikan Modal 300 Juta Dollar AS Telkomsel ke Gojek, Dongkrak Kinerja TelkomGroup

Rilis
Hingga Maret 2021, Penyaluran KUR di Sektor Kelautan dan Perikanan Sudah Separuh dari Target

Hingga Maret 2021, Penyaluran KUR di Sektor Kelautan dan Perikanan Sudah Separuh dari Target

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tetap Bersyukur bila Bekerja Saat Lebaran

[KURASI KOMPASIANA] Tetap Bersyukur bila Bekerja Saat Lebaran

Rilis
Gibran Rakabuming Dukung Program Rumah Melati Gagasan Korem 074 Warastratama dan Shopee

Gibran Rakabuming Dukung Program Rumah Melati Gagasan Korem 074 Warastratama dan Shopee

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X