Targetkan ZIS Rp 503 Miliar, Baznas Gandeng GoPay

Kompas.com - 22/04/2021, 18:06 WIB
Ilustrasi GoPay. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi GoPay.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng GoPay dalam rangka memenuhi target terkumpulnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun ini sebesar RP 503 miliar.

“Tahun ini, Baznas menargetkan terkumpulnya ZIS sebesar Rp 503 miliar di tingkat pusat dengan target penerimaan dari kanal digital sebesar 30 persen. Kami optimis target ini dapat dimaksimalkan melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk GoPay,” kata Pimpinan Baznas Rizaludin Kurniawan, Kamis (22/4/2021).

Rizaludin mengatakan, dengan kemudahan dan luasnya jangkauan yang dihadirkan oleh GoPay, diharapkan proses penghimpunan zakat dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Adapun kerja sama antara GoPay dan BAZNAS ini akan berfokus pada aspek edukasi mengenai kemudahan dan keamanan berdonasi digital. Ini dilakukan untuk menjawab tantangan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memanfaatkan metode berdonasi digital karena kurangnya informasi.

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan, saat ini transaksi digital terus menjadi pilihan masyarakat di masa pandemi, termasuk untuk beramal. Ini terlihat dari jumlah pengguna GoPay yang membayarkan zakat melalui fitur GoTagihan di aplikasi Gojek meningkat hampir 3x lipat di tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya.

“Dengan sosialisasi Gerakan Cinta Zakat, termasuk edukasi kepada jutaan mitra driver dan merchant yang tergabung di ekosistem Gojek. Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk dapat berdonasi secara digital, sehingga dapat memaksimalkan penghimpunan zakat yang akan membantu pemulihan ekonomi Indonesia,” jelas Budi.

Dalam lima tahun terakhir, ekosistem donasi Indonesia semakin berkembang. Riset-riset juga melaporkan rerata kenaikan nilai per donasi digital sebesar 72 persen selama pandemi. GoPay mencatat, transaksi donasi mengalami peningkatan 2,5 kali lipat di tahun 2020, dengan total nilai donasi mencapai Rp 136 miliar.

Fitria Irmi Triswati, Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Baznas dengan GoPay yang berlangsung setiap tahunnya dalam mendorong pengumpulan zakat melalui pembayaran digital, baik melalui QRIS maupun fitur GoTagihan.

Baca juga: Indonesia Peringkat 7 Negara Paling Dermawan

Ia menggarisbawahi peran penting transaksi digital sebagai game changer yang memudahkan masyarakat berbagi dengan sesama selama pandemi. Menurut Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI tahun 2020, selama pandemi transaksi zakat, infak, dan sedekah mengalami pertumbuhan 26,1 persen berkat peningkatan adopsi teknologi digital oleh lembaga amil zakat.

“Banyak orang yang belum pernah membayar zakat menjadi terdorong untuk melakukannya secara digital di masa pandemi, di mana sebagian di antaranya adalah milenial. Kami harap upaya edukasi pembayaran digital untuk pembayaran zakat ini dapat terus ditingkatkan untuk semakin membantu masyarakat dan bergotong-royong membantu para mustahik yang membutuhkan,” ujar Fitria.

Bagi pengguna GoPay yang ingin membayar zakat cukup membuka fitur GoTagihan yang terdapat di aplikasi Gojek, pilih menu Zakat dan lembaga tujuan, lalu masukkan jumlah yang ingin dibayarkan. Selain itu, pengguna GoPay dapat berdonasi tanpa tatap muka lewat QRIS ke lebih dari 400 rumah ibadah dan LAZ yang telah bekerja sama dengan GoPay.

Baca juga: Incar Potensi Zakat Rp 300 Triliun, Baznas Gandeng BSI



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X