Usai Rilis Inflasi, IHSG dan Rupiah Awal Pekan Mei Tak Mampu Bangkit di Penutupan

Kompas.com - 03/05/2021, 16:14 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai data inflasi dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu menuju penguatan. IHSG ditutup melemah, Senin (3/5/2021). Dikutip dari RTI, indeks acuan turun 0,73 persen atau 43 poin ke level 5.952,59.

Sebanyak 190 saham menguat, 307 melemah, 144 posisi stagnan. Perolehan nilai total transaksi hari ini sebesar Rp 9,24 triliun dari 18,9 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Sementara, di seluruh pasar modal, aksi beli oleh investor asing (net foreign buy) mencapai Rp 94,13 miliar.

Sejumlah indeks sektor acuan saham alami penurunan, terkecuali properti naik 1,48 persen ke level 891,41 dan teknologi naik 1,06 persen ke level 3.219.

Baca juga: Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah

Terdapat lima saham LQ 45 masuk top losers antara lain MDKA turun 4,96 persen ke level 2.490, TKIM turun 4,26 persen ke level 9.550, PTBA turun 3,80 persen ke level 2.280, ERAA turun 3,28 persen ke level 590, dan TBIG turun 3,23 persen ke level 2.700.

Berikutnya, saham LQ 45 yang masuk kategori top gainers yaitu MIKA naik 2,67 persen ke level 2.690, BSDE naik 2,55 persen ke level 1.205, MEDC naik 2,24 persen ke level 685, PWON naik 1,89 persen ke level 540, dan juga BTPS naik 1,83 persen ke level 3.330.

Untuk saham-saham yang diburu oleh investor asing Senin ini diantaranya BBCA, BMRI, TLKM, TBIG, serta UNVR. Sementara, saham yang dilepas atau dijual oleh investor asing di seluruh pasar SMMA, ADRO, BBNI, TOWR, dan BBRI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga ditutup pada teritori negatif.

 

Baca  juga: Apakah Investasi Saham Sama dengan Judi? Ini Jawaban BEI

Mengutip dari Bloomberg, posisi rupiah turun tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp 14.450 per dollar AS. Dibanding penutupan Jumat (30/4/2021) lalu, di level Rp 14.445 per dollar AS.

Sedangkan, Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga ikut melemah di Rp 14.467 per dollar AS, dari pekan lalu berada di posisi Rp 14.453 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.