Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masuk Daftar Investasi Ilegal, Auto Trade Gold Bakal Datangi OJK

Kompas.com - 17/05/2021, 16:56 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder PT Sarana Digital Future Indonesia (SDFI), Idaman Gea, buka suara setelah aplikasinya, Auto Trade Gold 4.0, masuk ke dalam daftar terbaru platform investasi ilegal yang diterbitkan Satgas Waspada Investasi (SWI).

Gea mengaku menyayangkan langkah SWI yang tidak melakukan pemanggilan terlebih dahulu terhadap perusahaan, dan langsung mengkategorikan Auto Trade Gold 4.0 ke dalam daftar platform aplikasi money game.

"Seharusnya, kami dipanggil dulu. Aplikasi Auto Trade Gold 4.0 ini jelas penyelenggaranya. Aplikasi ini dibuat oleh PT Sarana Digital Internasional (SDI) yang saat ini namanya sudah berubah menjadi PT Sarana Digital Future Internasional (SDFI)," tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Usai Libur Lebaran, IHSG dan Rupiah Masih Loyo

Lebih lanjut Ia menuturkan, Autotrade sudah didaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor JID2020077863.

Bukan hanya itu, PT SDFI mengaku memiliki izin operasional dengan nomor AHU-0028437.AH.01.01 Tahun 2020

"Kami tidak paham apa yang menjadi landasan hukum bahwa Autotrade merupakan salah satu jenis kegiatan yang masuk dalam list OJK yang dikategorikan sebagai investasi bodong atau moneygame," ujar Gea.

Menurutnya, Auto Trade tidak menghimpun dana masyarat sehingga tidak perlu izin OJK.

Namun Gea tidak menampik jika ada oknum yang mengatasnamakan Auto Trade melakukan pengumpulan dana masyarakat.

"Kami tegaskan bahwa perusahaan tidak bertangung jawab atas tindakan oknum-oknum itu," katanya.

Merespons pernyataan SWI tersebut, tim pengacara PT SDFI akan mendatangi OJK untuk klarifikasi soal aturan robot trading di Indonesia.

"Hal ini untuk mendapatkan kepastian hukum bagi pihak-pihak yang ingin membangun bisnis serupa," ucap Gea.

Baca juga: Bentuk Grup GoTo, Ini Kata Bos Gojek dan Tokopedia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com