KILAS

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Kompas.com - 17/05/2021, 20:09 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghimbau petani di Kabupaten Bekasi untuk mengikuti asuransi pertanian, sebagai antisipasi apalagi lahan pertanian seluas 800 ha gagal panen, Minggu (13/9/2020). Dok. Humas Kementan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghimbau petani di Kabupaten Bekasi untuk mengikuti asuransi pertanian, sebagai antisipasi apalagi lahan pertanian seluas 800 ha gagal panen, Minggu (13/9/2020).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyarankan agar para petani mengasuransikan lahannya melalui program proteksi areal persawahan milik Kementerian Pertanian (Kementan) bernama Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan membantu petani menjaga lahan. Jika terjadi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan klaim sebesar Rp 6 juta per hektar (ha)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (17/5/2021).

Hal tersebut juga mengacu pada bencana banjir yang merusak sedikitnya 20 ha sawah siap panen milik warga di empat desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (8/5/2021).

Adapun kasus serupa juga terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Terdapat setidaknya ratusan ha areal persawahan terendam banjir.

Baca juga: Sosialisasikan AUTP di Bondowoso, Dirjen PSP: Petani Gagal Panen Dibayar Rp 6 Juta

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, AUTP akan menjamin petani tetap dapat berproduksi meski lahannya terkena musibah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan klaim asuransi pertanian petani tidak akan menderita kerugian. Justru petani tetap memiliki modal untuk tanam kembali. Sehingga produksi pertanian juga tidak berhenti," tuturnya.

Sarwo Edhy mengungkapkan, tujuan dari AUTP adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani Indonesia.

“Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan sejumlah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ungkapnya.

Baca juga: Siapkan 500 Ha AUTP, Distan Gorontalo Utara Sebut Dana Dipotong untuk Penanganan Pandemi

Lebih lanjut, kata dia, perlindungan yang diberikan oleh AUTP ditujukan untuk petani yang memiliki tanaman padi serta jenis hortikultura lainnya.

“AUTP mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen, baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun serangan hama. Termasuk bencana banjir bandang hingga gempa bumi,” tutur Sarwo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.