Kompas.com - 21/05/2021, 12:30 WIB
Umat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. AFP/HO/SAUDI MINISTRY OF MEDIAUmat Muslim mengitari Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mendaftar jadi calon jemaah haji di Indonesia tak bisa langsung berangkat ke Tanah Suci di tahun itu juga. Sebab, berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji harus terlebih dahulu masuk ke daftar antrean atau waiting list.

Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan kuota haji yang dimiliki Indonesia dalam tiap tahunnya. Sedangkan antusiasme masyarakat mendaftar jadi calon jemaah haji selalu melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Saat ini, Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota jamaah haji untuk Indonesia sebanyak 231.000.

Baca juga: Berapa Biaya Naik Haji?

Lalu, daerah mana saja di Indonesia dengan antrean haji paling cepat?

Berikut 10 daerah dengan antrean haji paling cepat berdasarkan laman resmi Kementerian Agama:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  1. Kabupaten Mahakam Ulu (2030)
  2. Kabupaten Maluku Barat Daya (2032)
  3. Kabupaten Buru Selatan (2032)
  4. Kabupaten Maluku Tenggara Barat (2032)
  5. Kabupaten Seram Bagian Timur (2032)
  6. Kabupaten Seram Bagian Barat (2032)
  7. Kabupaten Landak (2033)
  8. Kota Ambon (2033)
  9. Kabupaten Maluku Tenggara (2033)
  10. Kabupaten Buru (2033).

Adapun biaya mendaftar haji di tahun 2021 ini belum ditentukan oleh Pemerintah. Sebab, penyelenggaraan haji tahun 2020 lalu ditiadakan lantaran merebaknya pandemi Covid-19.

Biaya haji terakhir sendiri merujuk pada Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441H/2020M.

Keppres ini mengatur Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), untuk jemaah haji reguler, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Buat Jamaah Haji Tahun 2021 Rampung Bulan Ini

Berikut rincian biaya haji reguler sesuai dengan tempat embarkasi sesuai dengan regulasi pemerintah:

  • Embarkasi Aceh Rp 31.454.602
  • Embarkasi Medan Rp 32.172.602
  • Embarkasi Batam Rp 33.083.602
  • Embarkasi Padang Rp 33.172.602
  • Embarkasi Palembang Rp 33.073.602
  • Embarkasi Jakarta Rp 34.772.602
  • Embarkasi Kertajati Rp 36.113.002
  • Embarkasi Solo Rp 35.972.602
  • Embarkasi Surabaya Rp 37.577.602
  • Embarkasi Banjarmasin Rp 36.927.602
  • Embarkasi Balikpapan Rp 37.052.602
  • Embarkasi Lombok Rp 37.332.602
  • Embarkasi Makassar Rp 38.352.602.

Berikut besaran biaya haji Bipih petugas haji daerah dan pembimbing KBIHU per emberkasi:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.