Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maksimalkan Potensi Daerah, Sambas Siap Gelar Karpet Merah ke Investor

Kompas.com - 26/05/2021, 13:14 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Skema kerja sama dengan badan usaha untuk mengembangkan potensi dalam negeri, tengah gencar dilakukan oleh berbagai pemerintah daerah. Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer daerah.

Hal tersebut juga akan gencar dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat itu siap menawarkan potensi daerah yang dimilikinya.

“Kami memahami bahwa kami tidak bisa memajukan daerah dengan menggantungkan dana transfer daerah termasuk pendapatan asli daerah yang minim,” tutur Bupati Terpilih Kabupaten Sambas, Satono, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Ekspor Pertanian Naik, Kementan: Kami Siap Gelar Karpet Merah untuk Eksportir

“Sehingga kami membutuhkan investor untuk berperan dalam mengelola berbagai sumber daya alam yang ada di Kabupaten Sambas,” tambahnya.

Santono menjelaskan, kabupaten yang terletak di bagian pantai barat paling utara yang berbatasan dengan Malaysia Timur (Sarawak) dan Laut Natuna itu, memiliki sejumlah potensi ekonomi yang bisa dikembangkan terutama dari sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Mengapa tiga sektor tersebut? Karena secara geografis, sumber daya alam dan budaya, Kabupaten Sambas memiliki keunggulan komparatif untuk dikelola dan diolah secara kompetitif,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia merinci, di sektor pertanian Kabupaten Sambas memiliki banyak komoditas hortikultura yang produktif, seperti jeruk siam yang produksinya di atas 1,2 juta ton per tahun.

Kemudian di sub sektor peternakan, Kabupaten Sambas disebut memiliki potensi dalam peternakan sapi dan ayam serta itik.

Sementara untuk sektor perikanan baik laut maupun budidaya di Kabupaten Sambas dinilai memiliki potensi yang besar dengan panjang garis pantai 198,76 kilometer, dan kemampuan menghasilkan ikan setiap tahun di atas 20.000 ton.

“Begitu juga pariwisata yang beberapa tahun digalakkan oleh pemerintah pusat sebagai sumber daya ekonomi yang bisa diperbarui, juga akan menjadi perhatian utama dalam pembangunan ekonomi,” kata Santono.

Menurut dia, seluruh potensi tersebut harus digarap dengan maksimal, agar pada saat bersamaan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekitar.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Santono berencana untuk memperbaiki kualitas birokrasi menjadi lebih efektif.

“Dan menfasilitasi berbagai kepentingan masyarakat maupun investor yang ingin berperan dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Sambas,” ucapnya.

Baca juga: Ibaratnya, Buruh Dikasih Jalan Tanah yang Becek, tetapi TKA Diberi Karpet Merah...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Sektor Teknologi Bangkit, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Sektor Teknologi Bangkit, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Whats New
Naik 35 Persen, Tol Trans Sumatera Dilintasi 2,1 Juta Kendaraan Selama Libur Lebaran

Naik 35 Persen, Tol Trans Sumatera Dilintasi 2,1 Juta Kendaraan Selama Libur Lebaran

Whats New
KAI Layani 4,39 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024, Lebih Sedikit dari Perkiraan Kemenhub?

KAI Layani 4,39 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024, Lebih Sedikit dari Perkiraan Kemenhub?

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

Whats New
BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

Whats New
AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com