Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[KURASI KOMPASIANA] Bisakah Menguasai Bahasa Inggris dengan Cepat dan Singkat?

Kompas.com - 29/05/2021, 16:16 WIB
Harry Rhamdhani

Penulis

KOMPASIANA----Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris wajib dikuasai oleh semua orang.

Dengan menguasai bahasa Inggris, ragam manfaat dapat kamu dapatkan, seperti kemudahan menjejakkan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri hingga menjadi nilai tambah seseorang dalam menjalani karir.

Bahkan dengan menguasai bahasa Inggris, bukan tidak mungkin peluang kerja semakin terbuka lebar, mulai dari kenaikan gaji hingga promosi.

Namun, sayangnya bagi sebagian orang bahasa Inggris masih dianggap sulit.

Nah, bagi Anda yang baru mau memulai belajar bahasa Inggris, Anda dapat mencobanya dengan cara-cara ini.

Berikut 3 artikel di Kompasiana tentang tip dan trik belajar bahasa Inggris.

1. Tips Belajar Bahasa Inggris secara Otodidak

Saat ini tidak dapat disangkal bahwa bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional sejak lama. Hampir dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari, pasti ada unsur bahasa Inggris.

Namun, jika saat ini Anda masih belum mampu menguasai bahasa Inggris, Anda dapat mengikuti kursus.

Namun perlu diingat, jika mengikuti kursus berarti Anda harus siap dengan biaya yang cukup banyak.

Meskipun begitu, ada alternatif lain yaitu dengan belajar secara otodidak. Nah, agar hasil belajar otodidak yang Anda lakukan berjalan optimal, berikut 5 tip yang dapat Anda lakukan (Baca selengkapnya)

2. Butuh Berapa Lama untuk Bisa Fasih Berbahasa Inggris?

Sejak duduk di sekolah dasar, kita sudah dibekali dengan bahasa Inggris hingga diujikan dalam Ujian Nasional dan ujian masuk perguruan tinggi.

Sudah bertahun-tahun belajar di sekolah ditambah kursus sepulang sekolah, namun
pelajaran bahasa Inggris masih dirasa sulit.

Lalu apa gunanya belajar bahasa Inggris selama ini jika masih butuh kursus “kilat” itu?

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Lebaran 2024, KAI Sebut 'Suite Class Compartment' dan 'Luxury'  Laris Manis

Lebaran 2024, KAI Sebut "Suite Class Compartment" dan "Luxury" Laris Manis

Whats New
Rupiah Melemah Sentuh Rp 16.200, Mendag: Cadangan Divisa RI Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Rupiah Melemah Sentuh Rp 16.200, Mendag: Cadangan Divisa RI Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Whats New
Rasio Utang Pemerintahan Prabowo Ditarget Naik hingga 40 Persen, Kemenkeu: Kita Enggak Ada Masalah...

Rasio Utang Pemerintahan Prabowo Ditarget Naik hingga 40 Persen, Kemenkeu: Kita Enggak Ada Masalah...

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com