Bill Gates dan Warren Buffett Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Kompas.com - 04/06/2021, 17:39 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - Duo miliarder, Bill Gates dan Warren Buffett, akan membangun reaktor nuklir generasi berikutnya senilai 1 miliar dollar AS atau Rp 14,32 triliun (kurs Rp 14.300) di Wyoming. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Wyoming Mark Gordon pada hari Rabu (3/6/2021).

Melansir Reuters via Kontan.co.id, Jumat (4/6/2021), perusahaan milik Gates (TerraPower) dan perusahaan listrik Buffett (PacifiCorp), mengatakan dalam siaran pers bahwa mereka telah memilih Wyoming untuk proyek reaktor pertama mereka, yang disebut Natrium, di lokasi pabrik batu bara tua.

TerraPower dan PacifiCorp mengatakan, lokasi yang tepat dari pabrik demonstrasi reaktor Natrium diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun.

Baca juga: Bill Gates Menjadi Penguasa Lahan Pertanian di AS

Reaktor kecil yang maju, yang menggunakan bahan bakar yang berbeda dari reaktor tradisional, dianggap oleh sejumlah pihak sebagai teknologi bebas karbon kritis yang dapat melengkapi sumber daya intermiten seperti angin dan matahari karena negara berusaha untuk mengurangi emisi yang menyebabkan perubahan iklim.

"Ini adalah jalur tercepat dan terjelas kami untuk menjadi negatif karbon," kata Gubernur Wyoming Mark Gordon.

Dia menambahkan, "Tenaga nuklir jelas merupakan bagian dari strategi energi di Wyoming."

Informasi saja, Wyoming merupakan penghasil batu bara terbesar di Amerika.

Proyek ini memiliki reaktor cepat berpendingin natrium 345 megawatt dengan penyimpanan energi berbasis garam cair yang dapat meningkatkan output daya sistem hingga 500 MW selama permintaan daya puncak. TerraPower mengatakan tahun lalu bahwa pabrik akan menelan biaya sekitar 1 miliar dollar AS.

Mengutip Reuters, akhir tahun lalu, Departemen Energi AS memberikan TerraPower 80 juta dollar AS dalam pendanaan awal untuk mendemonstrasikan teknologi Natrium, dan departemen tersebut telah berkomitmen untuk mendanai tambahan di tahun-tahun mendatang sesuai dengan alokasi kongres.

Chris Levesque, Presiden dan CEO TerraPower, mengatakan pabrik percontohan akan memakan waktu sekitar tujuh tahun untuk dibangun.

Baca juga: Perusahaan Investasi Milik Warren Buffet Catatkan Laba Bersih Rp 169,6 Triliun

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.