Jadi Komut Inalum, Berapa Gaji yang Didapat Doni Monardo?

Kompas.com - 12/06/2021, 18:15 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo saat memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Gedung Daerah Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (22/4/2021). KOMPAS.COM/IDONKepala BNPB Doni Monardo saat memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Gedung Daerah Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (22/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo telah resmi menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero).

Eks Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menjabat komisaris utama Inalum menggantikan Agus Tjahajana Wirakusumah.

Menduduki posisi Komisaris Utama Inalum berapa gaji yang didapatkan Doni Monardo?

Baca juga: Apa Alasan Erick Thohir Tunjuk Doni Monardo Jadi Komut Inalum?

Berdasarkan Laporan Tahunan Inalum 2019 yang tertera di laman resmi perusahaan, besaran honorarium komisaris utama adalah 45 persen dari gaji direktur utama.

Dalam laporan tersebut tertera gaji Orias Petrus Moedak sebagai direktur utama Inalum, yakni sebesar Rp 325 juta per bulannya.
Artinya, jika gaji Doni 45 persen dari honorarium Orius, maka pensiunan Jenderal TNI itu bisa mengantongi uang sekitar Rp 146,25 juta dalam sebulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain gaji, komisaris utama juga mendapat beberapa tunjangan, seperti tunjangan transportasi, tunjangan hari raya dan tunjangan asuransi purna jabatan.

Untuk tunjangan transportasi diberikan sebesar 20 persen dari gaji per bulannya. Artinya, 20 persen dari Rp 146,25 juta adalah Rp 29,25 juta.

Lalu, besaran tunjangan hari raya, yakni sebesar satu kali gaji. Artinya, Doni akan mendapat THR sebesar Rp 146,25 juta.

Kemudian, untuk tunjangan asuransi purna jabatan ditentukan, yaitu premi yang ditanggung oleh perusahaan sebesar 25 persen dari honorarium dalam 1 tahun.

Jika ditotal, maka Doni bisa mengantongi gaji sebagai komisaris utama Inalum sebesar Rp 2,25 miliar dalam satu tahun. Angka ini belum termasuk tantiem atau bonus bagi karyawan jika perusahaan mendapatkan laba bersih.

Adapun tantiem komisaris utama berdasarkan laporan keuangan 2018 sebesar Rp 4,2 miliar.

Maka, bila ditotal gaji, tunjangan dan tantiem, Doni bisa mendapatkan Rp 6,37 miliar dalam satu tahun.

Baca juga: Erick Thohir Resmi Angkat Doni Monardo Jadi Komisaris Utama Inalum

Sebelumnya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo resmi diangkat sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Pengangkatan tersebut diumumkan pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyusul diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan perseroan kemarin (10/6/2021).

Doni Monardo sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Pada bulan Maret lalu, ia juga dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh IPB atas dedikasi dan jasanya dalam penyelamatan lingkungan.

Terkait penunjukkan ini, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa peran Doni Monardo ke depan sangat penting. Erick juga buka suara perihal kapasitas Doni Monardo duduk di pucuk tertinggi jajaran Dewan Komisaris.

“Peran Pak Doni sangat penting. Terlebih, pengalaman, kemampuan, jaringan, dan prestasi beliau tidak diragukan lagi,” kata Erick dalam keterangannya, Kamis (11/6/2021).

Baca juga: Mengintip Kekayaan Eks Danjen Kopassus dan Kepala BNPB Doni Monardo

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.