Menteri Investasi Akui Keberpihakan Pemerintah ke UMKM Belum Maksimal

Kompas.com - 14/06/2021, 15:24 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengakui keberpihakan pemerintah dan perbankan kepada UMKM saat ini belum maksimal.

Hal ini menurut Bahlil akibat masih banyak UMKM yang berada di sektor informal, sehingga masih sulit untuk memperoleh porsi kredit melalui perbankan.

“Harus kita akui keberpihakan pemerintah dan perbankan kepada UMKM belum maksimal. Kita itu, ingin UMKM betul-betul mampu berkompetissi di dalam dan luar negeri. Tapi masalahnya, 53 persen usaha UMKM masih informal. Sehingga sarat mutlak yang diinginkan perbankan belum terpenuhi,” kata Bahlil secara virtual, Senin (14/6/2021).

Baca juga: PPnBM Mobil Didiskon tapi Sembako Akan Dipajaki, Begini Kata Ditjen Pajak

Menurut Bahlil, di tahun 2019 kredit landing kurang lebih sebesar Rp 6.000 triliun, dengan komposisi Rp 5.700 triliun investasi di dalam negeri dan Rp 300 triliun investasi ke luar negeri. Ketimpangan ini dinilai adalah akibat ketidakinginan perbankan memberikan kredit.

Menurut Bahlil, dari jumlah Rp 5.700 triliun tersebut, porsi UMKM tidak melebihi dari Rp 1.127 triliun atau 18,2 persen. Oleh sebab itu kata dia, pemerintah memberlakukan Undang-undang Cipta Kerja yang diharapkan turut mendorong UMKM dari usaha informal menjadi formal.

“Posisi UMKM itu strategis karena menciptakan 122 lapangan pekerjaan. Tugas Menteri investasi itu bagaimana yang informal ini diinformalkan. Sekarang dengan UU Cipta Kerja, diberikan karpet merah secara total,”ujar dia.

Sebagai Menteri Investasi, ia tak mau hanya diartikan menurus investasi besar saja atau investasi asing. Menurut dia, Menteri Investasi juga mengurusi investasi di dalam negeri termasuk UMKM. Hal ini karena 60 persen UMKM berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, utamanya dari sektor konsumsi.

Maka dari itu, di tahun 2024 diharapkan porsi kredit UMKM bisa mencapai 30 persen.

“Target landing UMKM itu 30 persen hingga 35 persen. Sehebat apapun kreatifitas kita, UMKM kalau enggak ditopang dengan afirmatif anggaran yang cukup dalam konteks pembiayaan maka tidak akan tumbuh maksimal,” ucap dia

Baca juga: Ini Sektor-sektor yang Siap Melakukan Ekspansi Bisnis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Gojek, Grab, Maxim, dan Asosiasi Driver soal Kenaikan Tarif Ojol

Tanggapan Gojek, Grab, Maxim, dan Asosiasi Driver soal Kenaikan Tarif Ojol

Whats New
Cara Cek Pulsa, Masa Aktif, dan Nomor Telkomsel 2022

Cara Cek Pulsa, Masa Aktif, dan Nomor Telkomsel 2022

Spend Smart
Digiserve by Telkom Indonesia Sediakan Teknologi SD-WAN, Apa Itu?

Digiserve by Telkom Indonesia Sediakan Teknologi SD-WAN, Apa Itu?

Rilis
Penyedia Angkutan Wisata di Belitung Kesulitan Dapat Pertalite

Penyedia Angkutan Wisata di Belitung Kesulitan Dapat Pertalite

Whats New
[POPULER MONEY] Tarif Ojol Naik, Maxim: Bisa Membebankan Masyarakat | Cara Cek Tarif Tol di Google Maps

[POPULER MONEY] Tarif Ojol Naik, Maxim: Bisa Membebankan Masyarakat | Cara Cek Tarif Tol di Google Maps

Whats New
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Bisa Lebih dari Rp 54 Juta Setahun

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Bisa Lebih dari Rp 54 Juta Setahun

Whats New
Hari Ini Tarif Ojol Naik, Simak Besarannya

Hari Ini Tarif Ojol Naik, Simak Besarannya

Whats New
Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta untuk Mengurangi Mahalnya Tiket Pesawat

Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta untuk Mengurangi Mahalnya Tiket Pesawat

Whats New
Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Earn Smart
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Spend Smart
Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.