Kasus Covid-19 Melonjak, IHSG dan Rupiah Berada di Zona Merah

Kompas.com - 21/06/2021, 10:16 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di di zona merah pada awal perdagangan, Senin (21/6/2021).

Berdasarkan dara RTI pada pukul 9.13 WIB, IHSG merosot 1,29 persen atau 77,6 poin ke level 5.929,48. Pada akhir pekan lalu, IHSG juga turun 1,01 persen ke level 6.007,12.

Adapun nilai transaksi sementara yang diperoleh dari transaksi pagi ini sebesar Rp 1,58 triliun dari 2,91 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Menurut beberapa analis saham, anjloknya IHSG disebabkan lonjakan kasus Covid-19 dalam negeri yang memberikan sentimen negatif bagi para investor.

Baca juga: Mengilap di Awal Pandemi, Kini Bisnis Ikan Cupang Mulai Redup

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper sudah memperkirakan IHSG bakal melemah. Akibat kasus Covid-19 yang melonjak, ia menilai ada peluang pemerintah bakal melakukan pembatasan aktivitas sosial kembali.

"Pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri serta adanya potensi pembatasan yang lebih ketat sehingga diperkirakan pemulihan ekonomi akan kembali melambat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menjelaskan, IHSG berpeluang dilanda tekanan jual lanjutan seiring cukup tajamnya kejatuhan DJIB, EIDO serta kembali berjatuhannya harga komoditas, seperti emas, tambang, timah, dan nikel.

"(Ini terjadi) Di tengah berlanjutnya amukan Covid-19 yang berpotensi terjadinya keambrukan di faskes Ibu Kota Negara Indonesia yakni Jakarta," kata Edwin.

Sedangkan menurut CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat akan berada dalam kondisi tertekan.

Baca juga: Mulai Terkerek, Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 Per Gram

Secara umum, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jangka panjang dikarenakan masih minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG ditambah hingga jelang berakhirnya first half.

"Capital inflow belum terlihat akan bertumbuh signifikan ditambah dengan kondisi masih melambatnya perputaran roda perekonomian, hal ini cukup menjadi tantangan untuk dapat mendorong kenaikan IHSG secara signifikan, hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan," ucapnya.

Adapun di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih betah berada di teritori negatif.

Mengutip dari Bloomberg, kurs rupiah kembali turun sebesar 45 poin atau 0,31 persen di Rp 14.420 per dollar AS, dari posisi sebelumnya yang berada di Rp 14.375 per dollar AS.

Baca juga: Mengenal Kokowagayo, Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.