Kasus Covid-19 Melonjak, Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Bakal Kena Imbas

Kompas.com - 24/06/2021, 19:12 WIB
Pengunjung melihat motor yang dipamerkan pada pameran IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Selasa (20/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung melihat motor yang dipamerkan pada pameran IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Selasa (20/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 diperkirakan akan berdampak terhadap penjualan sepeda motor. Pasalnya, laju pemulihan ekonomi nasional berpotensi mengalami perlambatan.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada Mei 2021 terdapat 254.700 unit sepeda motor terjual, merosot 46,1 persen dari bulan sebelumnya.

Dengan realisasi penjualan tersebut, penjualan sepeda motor telah terkontraksi selama dua bulan berturut-turut.

"Sebelumnya pada April 2021, penjualan sepeda motor domestik turun sebesar -9,3 persen month on month (secara bulanan) dengan unit terjual sebanyak 472.800 unit," tulis Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Berapa Biaya yang Dibutuhkan Pemerintah Jika Jakarta Lockdown?

Namun demikian, secara keseluruhan tahun penjualan unit sepeda motor diprediksi akan mengalami pertumbuhan sebesar 14,5 persen dibanding tahun sebelumnya dengan total penjualan sebesar 4,2 juta unit.

Semakin membaiknya kepercayaan konsumen dan daya beli masyarakat akan menjadi dua katalis utama pendongkrak penjualan sepeda motor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun demikian, faktor resiko membayangi kinerja penjualan motor, yaitu peningkatan kasus Covid-19 yang bisa memperlambat pemulihan ekonomi," tulis Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri.

Dengan angka kasus tambahan Covid-19 yang meningkat tajam, pemulihan ekonomi diproyeksi terhambat. Pasalnya, untuk meredam penyebaran Covid-19 berbagai bentuk pembatasan aktivitas akan diterapkan.

"Saat ini, pemerintah memperketat pelaksanaan PPKM mikro di sejumlah kota besar di Indonesia yang akan mengurangi aktivitas ekonomi di beberapa sektor seperti, restoran dine-in, pusat perbelanjaan dan pariwisata," tulis Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri.

Baca juga: Tetap Aman di Rumah, Beli Buku Gramedia Bisa Pesan Antar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.