Covid-19 Meningkat, Pemerintah Tambah 7.000 Tempat Tidur Isolasi

Kompas.com - 25/06/2021, 13:45 WIB
  Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Laut M Arifin saat menjinjau Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara yang akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 pada Jumat (18/6/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITA Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Laut M Arifin saat menjinjau Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara yang akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 pada Jumat (18/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 kembali meningkat di Tanah Air. Tercatat kasus aktif kembali bertambah sebanyak 20.574 pada Kamis (24/6/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tingginya kasus Covid-19 membuat pemerintah menambah 7.000 tempat isolasi di rusun Pasar Rumput dan Nagrak.

"Jadi ada 7.000 tempat isolasi tambahan, atau dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya yang ada di Wisma Atlet," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Peserta CPNS 2021 Dianjurkan Isolasi Mandiri 14 Hari Sebelum Tes

Rinciannya, pemerintah bakal menambah 4.000 tempat tidur isolasi di Rusun Nagrak. Sementara di Rusun Pasar Rumput akan ditambah sebanyak 3.000 tempat isolasi.

Saat ini, tempat isolasi di Wisma Atlet pun sudah ditambah mencapai 7.000 tempat. Dengan demikian, ada sekitar 14.000 tempat isolasi yang disiapkan pemerintah di DKI Jakarta untuk menangani pandemi Covid-19.

"Wisma atlet yang tadinya ada sekitar 5.994 naik sampai level 7.000. Tapi karena kasus makin naik, jadi semakin hari semakin penuh. Jadi kita sudah menambah dua tempat isolasi baru, di Pasar Rumput dan di Nagrak," tutur Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya, kata Budi, ruang isolasi di Rusun Nagrak dan Pasar Rumput akan menangani pasien OTG dan bergejala ringan. Sementara Wisma Atlet akan menangani pasien dengan gejala menengah.

Sedangkan yang berat tetap dilarikan ke RS. Saat ini, pemerintah sudah mengubah 3 rumah sakit menjadi 100 persen penanganan Covid-19, yakni RS Fatmawati, RS Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan.

Baca juga: RSUD Bekasi Terancam Gulung Tikar karena Klaim Belum Cair, Ini Respons BPJS Kesehatan

"Kami memastikan supaya disiplin pengisian ini bisa dijaga sehingga terpusat. Dengan demikian kita harap kapasitas kesehatan baik OTG maupun gejala ringan hingga berat bisa kita atur dengan lebih baik," sebut Budi.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengubah IGD rumah sakit menjadi tempat isolasi Covid-19. Nantinya ruang IGD akan diarahkan ke tenda yang disiapkan BNPB di luar ruangan.

"Layanan IGD akan dibangun tenda di luar RS, supaya yang ingin dicek masuknya ke sana, tidak masuk ke ruang IGD," pungkas Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X