Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Kompas.com - 25/06/2021, 17:14 WIB
Ilustrasi batu bara DOKUMENTASI ESDMIlustrasi batu bara

JAKARTA, KOMPAS.com - Batu bara menjadi salah satu komoditas yang harganya cukup mentereng sepanjang tahun ini.

Kemarin, harga batubara ICE Newcastle berada di 128,4 dollar AS per ton. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2011 silam. Sementara jika dihitung secara year to date, penguatan harga batubara sudah sebesar 59,47 persen.

Hanya saja, kenaikan harga komoditas energi ini diproyeksi tidak akan berlangsung lama.

Baca juga: Perang Dagang China-Australia Kerek Harga Batu Bara

 

Dalam risetnya yang dipublikasikan Kamis (24/6), Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo menyebut, kenaikan harga batubara akan bersifat sementara dan harga batubara dapat mulai turun segera setelah kuartal II-2021 berakhir.

Hal ini terutama disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti China yang berfokus untuk meningkatkan hasil produksi batu baranya pasca-pandemi, rencana pencabutan larangan impor batubara dari Australia, peningkatan kapasitas angkutan jalan kereta api batubara, dan perbaikan kondisi logistik seiring cuaca yang berangsur normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Thomas memperkirakan China akan memproduksi 63 juta ton tambahan produksi batubara thermal pada tahun ini, sehingga total pasokan di China menjadi 3,21 miliar ton.

Namun, karena ada lonjakan permintaan dan gangguan pasokan China yang baru-baru ini terjadi, Thomas memperkirakan impor batubara China hanya akan turun sebesar 2,4% menjadi 200 juta ton di tahun ini.

Di sisi lain, banjir di China memicu permintaan batubara thermal dan menyebabkan pasokan tergganggu.

Curah hujan yang tinggi telah menaikkan permukaan air Sungai Yangtze, sehingga mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Kondisi ini membuat permintaan pembangkit listrik batubara thermal tetap terjaga.

Baca juga: Badan Geologi: Sumber Daya Batu Bara Indonesia 143 Miliar Ton

Selain itu, badai topan dan curah hujan yang lebih tinggi mengganggu produksi batubara China sehingga pasokan menjadi ketat, yang pada awalnya disebabkan oleh larangan impor batubara Australia.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.