Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Kompas.com - 25/06/2021, 20:08 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, transformasi pada perusahaan-perusahaan pelat merah sangat diperlukan agar mampu bersaing dengan swasta dan asing. Sebab, tak banyak BUMN yang siap bersaing.

Hal itu diungkapkan Erick dalam unggahan videonya di instagram @erickthohir, saat dirinya mengisi acara program Onboarding Directorship Angkatan ke-2 dan Onboarding Commissioner Angkatan ke-1 yang digelar BUMN Leadership & Management Institute (BLMI).

Menurut Erick, saat ini tak sampai 50 persen BUMN yang telah siap bersaing dengan perusahaan swasta dan asing. Mayoritas BUMN masih bergantung pada penugasan pemerintah atau berada di zona nyaman (comfort zone).

"Kita harus berjujur diri, di bawah 50 persen (BUMN) yang sudah siap berkompetisi secara terbuka dengan asing dan swasta, 60 persen itu masih bergantung kepada penugasan ataupun masih dalam situasi comfort zone," kata Erick dikutip dari instagram resminya, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

"(Berpikir bahwa) 'Ini BUMN loh pasti diselamatkan', 'Terus kalau ada apa-apa rugi, nanti juga dikasih lagi sama negara', 'Nanti juga kalau ada apa-apa ditombokin'," lanjut dia.

Ia menekankan, paradigma tersebut harus berubah dan menjadikan BUMN berada di posisi yang kompetitif untuk bersaing, serta mampu memberikan dividen kepada negara.

Lantaran, negara tak bisa melulu hanya mengandalkan pemasukan dari pajak untuk menjalankan program bagi kepentingan rakyat.

Erick menilai, BUMN adalah tulang punggung negara, sehingga penting memastikan keberlanjutannya. Oleh sebab itu, pengelolaannya pun perlu dikawal dengan serius agar memberikan hasil yang optimal.

Ia menjelaskan, upaya yang tengah dilakukan pihaknya adalah mentransformasi BUMN baik dari sisi proses bisnisnya maupun kepemimpinannya. Menurut Erick, transformasi tak akan bisa dilakukan tanpa melibatkan sumber daya manusia.

Baca juga: Ivermectin Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaannya Harus Pakai Resep Dokter

Lewat pembentukan lembaga BLMI tersebut, diharapkan mampu meningkatkan hubungan antara direksi dan komisaris, mengingat keduanya punya peranan penting dalam perusahaan.

"Saya sangat berharap direksi dan komisaris dapat menjadi tim yang seimbang, tim yang kompak. Karena tantangan terbesar hari ini justru bisnis model masing-masing BUMN ini setelah Covid-19 bisa hidup atau enggak," kata dia.

Erick mengatakan, direksi merupakan bagian dari kepemimpinan yang menyentuh langsung keseharian perusahaan. Sementara komisaris berperan dalam pengawasan untuk memastikan apakah key perfomance indicator (KPI) yang ditargetkan perusahaan tercapai atau tidak.

"Keseimbangan kerja sama antara direksi dan komisaris, maupun antara direksi dan antara komisaris, ini sangat penting. Teamwork (kerja sama tim) itu menjadi kunci," kata Erick.

"Pemimpin itu harus hadir, karena saya tidak yakin transformasi hanya dari sayanya saja atau dari komisarisnya saja, tetapi kita ini harus sama-sama, baru kita bisa naik kelas," tutup dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Siapkan Transportasi Cerdas dan Terintegrasi di IKN

Kemenhub Siapkan Transportasi Cerdas dan Terintegrasi di IKN

Whats New
Diminta IMF Sudahi 'Burden Sharing', BI Janji Berakhir Tahun Ini

Diminta IMF Sudahi "Burden Sharing", BI Janji Berakhir Tahun Ini

Whats New
Konsumen: Pengertian, Prinsip Ekonomi, Hak dan Kewajibannya

Konsumen: Pengertian, Prinsip Ekonomi, Hak dan Kewajibannya

Earn Smart
Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Bakal Melantai di BEI Hari Ini, BAUT Tertapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Whats New
Tak Subsidi Minyak Goreng Curah, Sri Mulyani: Bukan Berarti Berpihak ke Pabrikan...

Tak Subsidi Minyak Goreng Curah, Sri Mulyani: Bukan Berarti Berpihak ke Pabrikan...

Whats New
Dorong Pengusaha UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Luncurkan New PLUT

Dorong Pengusaha UMKM Naik Kelas, Menteri Teten Luncurkan New PLUT

Whats New
Cara Bayar Pajak Motor Online Melalui Tokopedia

Cara Bayar Pajak Motor Online Melalui Tokopedia

Whats New
Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Menengok Penyebab Mengapa Minyak Goreng Murah Masih Susah Didapatkan di Ritel Modern

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

[POPULER MONEY] Harga Emas Antam Anjlok | Mengenal Skema Ponzi | Harga Minyak Goreng Turun Jadi Rp 11.500

Whats New
BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.