[KURASI KOMPASIANA] Cara Menyemangati Diri hingga Mencapai Tujuan yang Lebih Besar

Kompas.com - 04/07/2021, 02:03 WIB
Ilustrasi diri ShutterstockIlustrasi diri

KOMPASIANA---Dalam fase kehidupan, setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing.

Tanpa disadari, masalah dalam hidup yang dialami sering membuat Anda merasa kecewa dan kehilangan motivasi.

Lantas, bagaimana caranya bangkit dan memberikan motivasi kepada diri sendiri?

Berikut 3 artikel terpopuler di Kompasiana sebagai bentuk upaya motivasi diri di kala Anda sedang kecewa dan kehilangan arah.

1. Bagaimana Cara Menyemangati Diri Sendiri?

Dalam menjalani kehidupan, perasaan jenuh dan kehilangan motivasi kerap kali menghampiri.

Biasanya hal tersebut muncul akibat dari rutinitas yang monoton dan hilangnya tujuan hidup. Lalu, bagaimana cara menyemangati diri sendiri?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompasianer Sri Pujiari mengatakan bahwa menyemangati diri sendiri dapat menjadi cara terbaik dalam menghadapi hambatan dalam hidup yang sedang dialami.

Adapun hal pertama yang dapat dilakukan saat menyengati diri sendiri ialah dengan memberikan pujian dan penghargaan untuk diri sendiri.

Memberikan pujian dan penghargaan kepada diri sendiri memiliki dampak yang luar biasa.

"Hal ini dikarenakan pujian dan penghargaan dapat membangkitkan motivasi sehingga kita bisa bersemangat lagi dalam menjalani kehidupan," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Tak Masalah Undur Sejenak Demi Tujuan yang Lebih Besar

Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab yang diemban pun semakin besar. Apalagi di zaman yang penuh dengan kompetisi saat ini untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan pun harus bekerja lebih keras.

Tak jarang, saking terlalu fokus bekerja keras terkadang lupa untuk rehat.

Nah, bagi Anda yang masih bekerja keras hingga detik ini, tak ada salahnya rehat sejenak dan menepikan diri dari aktivitas yang kerap menyita waktu dan tenaga.

Melalui artikelnya, Kompasianer Meirri Alfianto membagikan alasan mengapa rehat itu perlu dilakukan.

"Jangan tunggu sampai stres dulu baru rehat ya. Kalau sudah terlambat tak apa, mari mulai dari awal. Sudah saatnya kita memberikan penghargaan bagi diri sendiri," ungakpanya. (Baca selengkapnya)

3. Mengapa Kita Tidak Perlu Mengejar Kesempurnaan?

Dalam kehidupan, semua orang memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik dan sempurna.

Meski hal tersebut nampak baik, namun keinginan untuk selalu menjadi sempurna juga dapat membuat seseorang tertekan.

Kompasianer Andesna Nanda memiliki pandangan tersendiri terkait mengejer kesempurnaan.

Menurutnya apapun pilihan sikap saat ini, mau mengejar kesempurnaan atau tidak, yang terpenting adalah Anda tahu semua pilihan ada konsekuensinya. Ini yang harus dipahami terlebih dahulu.

Jika kamu mengejar sebuah kesempurnaan, maka kamu harus siap dengan segala konsekuensi yang akan kamu hadapi.

"Sebaliknya jika kamu tidak mengejar sebuah kesempurnaan maka kamu juga harus siap dengan konsekuensinya," tulis Kompasianer Andesna Nanda. (Baca selengkapnya) | (FIN)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.