Suku Bunga Perbankan Turun, Permintaan Kredit Justru Melambat

Kompas.com - 06/07/2021, 13:41 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan kredit sempat melambat pada April 2021. Padahal, pada saat bersamaan suku bunga kredit perbankan sedang mengalami tren penurunan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, meskipun pada Mei 2021 kredit perbankan tumbuh positif 0,59 persen secara bulanan atau mont to month (mtm), namun pada April 2021 kredit perbankan terkontraksi 0,26 persen mtm.

"Kontraksi kredit tersebut terjadi pada saat suku bunga kredit perbankan telah menunjukkan tren penurunan. Pada kondisi normal, tingkat suku bunga berpengaruh cukup signifikan mendorong permintaan kredit," tuturnya dalam diskusi virtual, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Kredit Perbankan Masih Diproyeksi Tumbuh Sampai 7 Persen Tahun ini

"Namun, pada kondisi pandemi, permintaan kredit menjadi inelastis, dan perubahan suku bunga kredit tidak berpengaruh besar terhadap permintaan kredit," tambah Wimboh.

Lebih lanjut Wimboh menjelaskan, di tengah pandemi yang masih berlangsung, secara umum stabilitas industri jasa keuangan masih terjaga, terutama pada aspek kecukupan permodalan dan likuiditas.

Namun demikian, Ia mengakui, penyaluran kredit ke depannya berpotensi kembali mengalami tekanan seiring dengan pemberlakuan kebijakan pengendalian penyebaran Covid-19 melalui PPKM Miko dan PPKM Darurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk itu, pertumbuhan kredit bergantung pada pemulihan confidence pelaku usaha dan normalisasi aktivitas sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.

Guna meningkatkan kembali kepercayaan pelaku usaha, Wimboh menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, khususnya di tengah penyebaran varian baru virus corona.

"Diharapkan program vaksinasi oleh pemerintah maupun dunia usaha secara mandiri serta kebijakan PPKM Darurat berjalan dengan lancar dan efektif untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional dan pertumbuhan sektor keuangan," ucapnya.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Skor Kredit di Tengah Gelombang Kedua Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.